It takes a great deal of courage to stand up to your enemies, but even more to stand up to your friends.
J.K. Rowling

Ini, Lo, Tipe-tipe Entrepreneur. Kamu Termasuk Yang Mana?

author
Hasto Prianggoro
Selasa, 22 Januari 2019 | 14:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

 Ada banyak tipe pebisnis atau entrepreneur. Yang pasti, ukuran kesuksesan sebuah bisnis kini tak lagi dilihat dari aspek materi semata, melainkan juga manfaatnya bagi lingkungan.

 

Siapa yang lebih jago berbisnis, laki-laki atau perempuan? “Sebetulnya sama saja perempuan maupun laki-laki,” kata Christopher Emile Jayanata, pendiri Komunitas Organik Indonesia (KOI).

Selama punya passion, kata Emile, pasti ada jalan untuk membangun dan mengembangkan bisnis karena passion ini timeless. “Kalau sekarang masih harus merapihkan urusan keluarga dan anak-anak, suatu saat setelah urusan keluarga beres, passion bisa dikejar lagi,” ungkap Emile yang yakin #perempuanbisabisnis.

Baca juga: Mau Memulai Bisnis? 3 Hal Ini Wajib Dimiliki

Secara umum, ada banyak faktor yang membedakan antara satu pebisnis yang satu dengan pebisnis yang lainnya. Ini bisa dilihat dari track bisnisnya. Ada pebisnis yang tipenya suka banget mengeksplor, mencari peluang bisnis baru. “Dia membuka bisnis, tetapi kemudian dia jual dengan harga lumayan atau dia minta orang lain yang mengelola, lalu dia buka bisnis baru lagi.”

Ada juga tipe pebisnis yang tekun dengan satu usaha saja. Misalnya membuka toko. Dari mulai tokonya kecil, kemudian berkembang menjadi besar, bisnisnya cuma itu satu-satunya. Ia tidak membuka cabang atau bisnis baru, ia juga tidak meminta orang lain membantu mengelola toko atau bisnisnya. “Biasanya dia juga selalu ada di meja kasir. Hidupnya memang boring, tetapi baginya, itulah hidupnya,” kata Emil.

Ada lagi tipe pebisnis yang tidak berproduksi, tidak punya produk. Dia hanya mengandalkan jejaring yang kuat. Istilahnya dia hanya sebagai mediator. “Bisnisnya bisa dibilang bisnis jasa. Jejaringnya ada di mana-mana tapi tidak punya produk,” kata Emil.

| SHUTTERSTOCK

Ada juga pebisnis yang memulai bisnis dari menjadi agen. Biasanya menjadi agen hanya sebagai batu loncatan. Setelah cukup menguasai bidang bisnisnya, ia akan mengembangkan bisnisnya. “Kebanyakan pebisnis memulai perjalanan bisnisnya dari punya produk lebih dulu, sih, lalu dia kembangkan,” kata Emil.

Ada beragam faktor yang menyebabkan seorang pebisnis bisa berkembang dan sukses, meskipun berkali-kali jatuh. “Ada juga pebisnis lain yang mungkin jatuh sekali atau dua kali lalu berhenti. Yang jelas, supaya sukses, seorang pebisnis paling tidak harus memiliki passion, aset, dan mentalitas yang kuat.”

Lagipula, kata Emil, sekarang ini orang melihat kesuksesan hanya dari aspek materi. Mobilnya merek premium, rumahnya di mana-mana, padahal sebetulnya tak hanya itu ukuran kesuksesan seorang pebisnis.

Makin kesini, lanjut Emil, “Kesuksesan dilihat dari apa yang bisa dia kerjakan dan memberi efek bagi orang lain dan lingkungannya. Suatu saat ia akan meninggalkan legacy, warisan karya, yang bermanfaat bagi lingkungan. Itulah kesuksesan,” lanjut Emil.

Yuk, mulai menggali dan mengembangkan passion kita, dan yakinlah bahwa #perempuanbisabisnis!

 

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro