Mom, tahu tidak jika diare masih menjadi masalah kesehatan bayi terbesar di Indonesia? Mengutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) diare menunjukkan prevalensi yang tinggi pada balita yaitu mencapai 9,8%.
Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, terlebih di negara berkembang. Tercatat sebanyak 30-73% anak di rawat dengan diare pertahunnya pada berbagai negara di Asia. Menurut data KEMENKES RI 2022, sekitar 5,8%, diare menjadi penyebab kematian pada balita di kelompok usia 12-59 bulan.
Diare dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, hingga gangguan penyerapan nutrisi. Kondisi ini berisiko menghambat tumbuh kembang fisik dan otak Si Kecil, bahkan dapat berkontribusi pada terjadinya stunting karena kurangnya penyerapan mikronutrien akibat infeksi virus.
Menurut Kemenkes RI, infeksi rotavirus adalah penyebab utama diare akut, yaitu sekitar 41% sampai 58% dari total kasus diare akut pada balita yang dirawat inap, saat ini 1 dari 8 anak balita menderita diare.
Apa Gejala Infeksi Rotavirus?
Gejala infeksi rotavirus umumnya muncul secara tiba-tiba dan bisa berlangsung selama beberapa hari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai Mom antara lain:
-
Diare selama 3-8 hari
-
Demam
-
Muntah
-
Si Kecil lebih rewel dan lemas
-
Tidak ada air mata saat menangis, mulut kering, popok kering/ jarang pipis dan mata cekung menandakan Si Kecil dehidrasi
Untuk mencegah Si Kecil dari infeksi rotavirus, penting untuk Mom memberikan vaksin rotavirus pada Si Kecil.
Mengenal Apa Itu Vaksin Rotavirus?
Vaksin rotavirus (RV) merupakan vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi rotavirus, salah satu penyebab utama diare akut dan muntaber (muntah dan diare) pada Si Kecil.
Vaksin rotavirus mengandung virus rotavirus yang telah dilemahkan. Kandungan ini berperan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi tanpa menimbulkan penyakit. Dengan pemberian vaksin rotavirus, anak memperoleh perlindungan terhadap infeksi rotavirus bergejala berat sehingga risiko mengalami muntaber dapat berkurang secara signifikan.
Vaksin rotavirus terdiri dari vaksin monovalen dan vaksin pentavalen. Vaksin rotavirus pentavalen berisi lima jenis (strain) rotavirus, sedangkan vaksin rotavirus monovalen hanya berisi satu jenis rotavirus. Keduanya sama efektifnya dalam mencegah rotavirus berat, Mom bisa memilih salah satunya antara monovalen dan pentavalen menyesuaikan dengan jadwal vaksin Si Kecil, dan ketersediaan vaksinnya.
Kapan Harus Vaksin?
Artikel ini sudah dimuat di www.kaolifeacademy.com, baca artikel "Pentingnya Pemberian Vaksin Rotavirus pada Si Kecil" selanjutnya, di sini.