Love as powerful as your mother’s for you leaves its own mark to have been loved so deeply .. will give us some protection forever.
J.K. Rowling

Tiroid Bisa Memengaruhi Menstruasi, Benarkah?

author
Dewi Shinta N
Jumat, 9 Januari 2026 | 16:26 WIB
Hormon tiroid |

Menstruasi seringkali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Saat siklus tiba-tiba berubah tidak teratur, misalnya aliran darahlebih deras dan berlangsung lama dari biasanya atau justru jarang datang,, merasakah nyeri yang hebat,  terkadang kita mengira hanya karena faktor kelelahan atau stres. Padahal, salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah gangguan tiroid.

Gangguan tiroid adalah kondisi ketika ada kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher. Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme dan menyeimbangkan hormon-hormon, seperti Tiroksin (T4), Triiodothyronine (T3) dan Kalsitonin.

Tiroid dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala usia. Gangguan tiroid lebih umum terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Mengutip situs kesehatan Cleveland Clinic, perempuan memiliki risiko 5-8 kali lebih besar mengidap penyakit tiroid ketimbang laki-laki.

Dua jenis utama penyakit tiroid adalah hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) dan hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Kedua kondisi ini dapat menyebabkan gangguan autoimun yang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. 

Apakah Benar Tiroid dapat Memengaruhi Menstruasi?

Jawabannya, iya. Gangguan tiroid bahkan memengaruhi berbagai aspek kesehatan perempuan lainnya. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar hormon yang dapat meningkatkan risiko kesehatan sistem reproduksi wanita.

Orang dengan hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif memiliki kadar hormon tiroid yang rendah. Gejalanya bisa berupa lemas, mudah lelah, berat badan naik, hingga menstruasi yang lebih deras atau lebih lama.

Baca juga: Terapkan Sleep Hygiene untuk Menjaga Keseimbangan Hormon pada PCOS

Sementara, pada orang dengan hipertiroidisme, menstruasi mungkin terjadi secara tidak teratur, dan aliran menstruasi mungkin lebih ringan. Hipertiroidisme dapat menyebabkan rendahnya kadar protein yang disebut globulin pengikat hormon seks (SHBG). Protein ini menempel pada hormon seks pria dan wanita. Seseorang dengan tingkat SHBG yang tidak normal mungkin mengalami masalah kesuburan. 

Selain itu, peningkatan kadar hormon prolaktin akibat hipertiroidisme dapat menyebabkan gangguan ovulasi, yang memengaruhi siklus menstruasi bahkan membuat seoseorang tidak mengalami menstruasi.

Apa Saja Gejala Gangguan Tiroid?

Ada berbagai gejala yang bisa dialami, gejala penyakit tiroid seringkali mirip dengan tanda-tanda kondisi medis pada umumnya. 

Gejala penyakit tiroid dapat dibagi menjadi dua yang berkaitan dengan terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme) dan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme). 

Gejalanya sering kali "berlawanan" antara dua kondisi tersebut. Ini karena hipertiroidisme mempercepat metabolisme, dan hipotiroidisme memperlambat metabolisme.

Artikel ini sudah dimuat di www.kaolifeacademy.com, baca artikel "Tiroid Bisa Memengaruhi Menstruasi, Benarkah?" selanjutnya, di sini.

Penulis Dewi Shinta N
Editor Dewi Shinta N