When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

Keputihan Kental Berwarna Putih Susu, Normal atau Tidak?

author
Dewi Shinta N
Senin, 26 Januari 2026 | 16:09 WIB
Keputihan Kental Berwarna Putih Susu | Shutterstock

Keputihan kental berwarna putih susu seringkali membuat kita bertanya-tanya, “Apa ini normal”Faktanya, keputihan adalah bagian alami dari siklus menstruasi. Keputihan juga merupakan proses alami vagina dalam membersihkan dirinya sendiri untuk mencegah infeksi.

Namun, pada kondisi tertentu, keputihan juga bisa menjadi sinyal tubuh bahwa ada hal yang perlu diwaspadai. Penting untuk mengenali perbedaan antara keputihan normal dan keputihan yang membutuhkan penanganan medis. 

|

Keputihan normal memiliki ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut:

  • Berwarna bening atau sedikit putih, menyerupai putih telur mentah

  • Bertekstur encer atau sedikit kental serta lengket

  • Tidak berbau

  • Tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri

Keputihan putih susu yang tampak kental umumnya masih tergolong normal dan merupakan bagian dari proses  alami sistem reproduksi wanita. Keputihan ini sering muncul pada fase tertentu dalam siklus menstruasi, misalnya setelah ovulasi atau menjelang menstruasi.

Menurut situs kesehatan Medical News Today, cairan ini berfungsi menjaga kelembapan vagina sekaligus membantu melindungi area kewanitaan dari infeksi. Selain itu, perubahan hormon, seperti stres,  dan kelelahan juga dapat memengaruhi jumlah dan konsistensi keputihan sehingga tampak lebih pekat dan kental.

Baca juga: Bisul di Vagina? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kapan Harus Waspada dengan Keputihan Putih Susu?

Meski sering kali normal, kamu tetap perlu waspada jika keputihan putih susu disertai gejala tertentu. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Berbau tidak sedap (misalnya bau menyengat atau amis)

  • Jumlah keputihan meningkat secara tiba-tiba

  • Disertai warna kuning atau kehijauan dengan tekstur kental atau menggumpal

  • Disertai pendarahan dan nyeri saat berhubungan seksual atau di luar waktu menstruasi

  • Muncul ruam, nyeri, dan gatal pada vagina

  • Nyeri atau perih saat buang air kecil (anyang-anyangan)

Jika keputihan muncul bersamaan dengan gejala-gejala tersebut, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi ke tenaga medis. 

Penyebab Keputihan Tidak Normal

Beberapa kondisi bisa menyebabkan keputihan putih susu menjadi tidak normal:

1. Infeksi Jamur

Mengutip Cleveland Clinic, infeksi jamur (candidiasis) sering ditandai dengan keputihan putih kental, menggumpal, dan disertai rasa gatal. Kondisi ini cukup umum dan bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat. 

2. Vaginosis bakterialis

Berbeda dari infeksi jamur, vaginosis bakterialis disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari bakteri yang biasanya ada di vagina. Kondisi ini dapat menyebabkan keluarnya cairan putih susu dari vagina yang disertai bau menyengat. Hal ini juga sering kali disertai sensasi rasa terbakar saat buang air kecil.

3. Infeksi Saluran Seksual (IMS)

Keputihan putih susu juga dapat terjadi akibat infeksi menular (IMS), seperti gonore, klamidia, hingga trikomoniasis. Selain menyebabkan keputihan berwarna putih susu, IMS juga menimbulkan gejala lainnya seperti perdarahan vagina yang tidak wajar, sakit perut bagian bawah, hingga ruam di anggota tubuh, termasuk tangan dan kaki.

4. Kehamilan

Saat hamil, biasanya akan keluar cairan putih susu yang encer atau disebut leukorea. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat meningkatkan jumlah keputihan.

Baca juga: 3 Jenis Infeksi Vagina yang Sering Terjadi dan Cara Mencegahnya

Cara Mencegah Keputihan Kental Berwarna Putih Susu

Artikel ini sudah dimuat di www.kaolifeacademy.com, baca artikel "Keputihan Kental Berwarna Putih Susu, Normal atau Tidak?" selanjutnya, di sini.

Penulis Dewi Shinta N
Editor Dewi Shinta N