Saat menstruasi, bukan hanya rahim yang terasa tidak nyaman. Perut juga bisa ikut ‘bereaksi’, mulai dari terasa mulas (sakit perut seperti diremas-atau melilit), kembung, hingga frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat. Bahkan, sebagian orang juga mengalami diare saat menstruasi.
Kondisi ini termasuk normal terjadi saat menstruasi. Ada penjelasan ilmiah di balik hubungan antara menstruasi dan sistem pencernaan yang mengakibatkan reaksi perut yang tidak biasa ini.
Apa Hubungan Antara Menstruasi dan Pencernaan?
Selama siklus menstruasi, tubuh mengalami perubahan hormon yang cukup signifikan. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi rahim, tetapi juga organ lain di sekitarnya, termasuk usus.
Salah satu hormon yang berperan adalah prostaglandin. Hormon ini diproduksi tubuh untuk membantu rahim berkontraksi sehingga lapisan dinding rahim dapat luruh dan keluar sebagai darah menstruasi.
Namun, prostaglandin tidak hanya bekerja pada rahim. Hormon ini juga dapat memengaruhi otot di saluran pencernaan, termasuk usus. Dikutip dari situs kesehatan Cleveland Clinic, prostaglandin dapat merangsang kontraksi pada usus sehingga pergerakan usus menjadi lebih aktif. Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami perut mulas, BAB lebih sering, atau bahkan diare saat menstruasi.
Selain itu, perubahan hormon lain juga ikut berperan. Menjelang menstruasi, kadar hormon progesteron yang sebelumnya meningkat pada fase luteal akan menurun. Penurunan progesteron ini dapat membuat proses pencernaan berlangsung lebih cepat dari biasanya.
Baca juga: Saat Menstruasi, Mengapa Area Vagina Lebih Lembap dan Rentan Iritasi?
Mengapa Rasa Mulas Bisa Terasa Lebih Kuat Saat Menstruasi?
Selain faktor hormon, ada beberapa hal lain yang bisa membuat rasa tidak nyaman pada perut terasa lebih kuat selama menstruasi.
Artikel ini sudah dimuat di www.kaolifeacademy.com, baca artikel "Perut Sering Mulas Saat Menstruasi, Ini Penjelasan Ilmiahnya" selanjutnya, di sini.