I finally realized that being grateful to my body was key to giving more love to myself.
Oprah Winfrey

Keringat Ekstra di Musim Kemarau? Ini Cara Pakaian Tetap Wangi

author
Dewi Shinta N
Kamis, 9 Juli 2026 | 17:54 WIB
|

Di musim kemarau, suhu yang lebih tinggi membuat tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya dan itu cukup untuk mengubah pakaian yang segar menjadi kurang nyaman hanya dalam beberapa jam.

Itulah kenapa sudah memakai pakaian yang rapi, bersih dan wangi untuk keluar rumah. Tapi baru saja dua jam di luar rumah, tiba-tiba ada bau yang kurang menyenangkan dari pakaian yang dipakai. 

Pakaian Cepat Bau Bukan Hanya Karena Keringat

Tubuh manusia punya sekitar 2–4 juta kelenjar keringat yang aktif bekerja mengatur suhu tubuh. Saat suhu udara naik, tubuh otomatis memproduksi lebih banyak keringat untuk mendinginkan diri. Menurut situs kesehatan Cleveland Clinic, ini mekanisme alami yang sehat, bukan tanda tubuh kotor. 

Namun, yang menimbulkan bau bukanlah keringat itu sendiri, tapi bakteri di permukaan kulit dan kain yang memecah protein dalam keringat menjadi asam. Proses inilah yang menghasilkan bau tidak sedap. Jadi masalah utamanya bukan keringat, tapi bakteri yang menempel di serat pakaian.

Pilih Bahan Pakaian yang Mudah Menyerap

Pilihan bahan yang dipakai sehari-hari ternyata punya pengaruh besar terhadap keringat dan bau. Bahan yang kurang tepat bisa mempercepat pertumbuhan bakteri di serat kain. Hal inilah yang menentukan apakah pakaian tetap nyaman dipakai seharian atau tidak.

Keringat yang tertahan di permukaan kulit adalah kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang, dan di sinilah pilihan bahan pakaian mulai berperan. Semakin lama bahan pakaian menampung keringat, semakin besar risiko bakteri berkembang. 

Sebaliknya, bahan pakaian yang membantu keringat menguap lebih cepat akan memperlambat proses perkembangan bakteri tersebut. 

 

--

 

Hindari bahan sintetis biasa seperti nylon atau polyester untuk aktivitas fisik. Bahan-bahan ini menahan panas tubuh, tidak menyerap keringat dengan baik dan justru mempercepat pertumbuhan bakteri.

Soal model, potonganloose fit atau relaxed fit memberi ruang sirkulasi udara lebih baik dibanding pakaian ketat. Ini memang detail kecil, tapi dampaknya cukup nyata di hari-hari yang panas.

Supaya Pakaian Tidak Cepat Bau, Lakukan Tips Ini

Bahan pakaian yang tepat memang membantu, tapi bukan hanya itu. Cara merawat pakaian setelah dipakai, mulai dari kapan diganti, bagaimana disimpan, sampai cara dijemur, sama besarnya pengaruhnya terhadap kesegaran pakaian. Beberapa kebiasaan yang terbukti efektif:

Artikel ini sudah dimuat di www.kaolifeacademy.com, baca artikel "Keringat Ekstra di Musim Kemarau? Ini Cara Pakaian Tetap Wangi" selanjutnya, di sini.

Penulis Dewi Shinta N
Editor Dewi Shinta N