Don’t compromise yourself. You are all you’ve got. There is no yesterday, no tomorrow, it’s all the same day.
Janis Joplin

Sabuk Pengaman Tak Muat, Perempuan Ini Bertekad Turunkan Berat Badan Dan Berhasil!

author
Hasto Prianggoro
Minggu, 17 Februari 2019 | 12:00 WIB
| Niamah dan Michael saat melangsungkan pernikahan | Fortitude Press

 

Tak ada yang lebih membuat malu seorang gadis 21 tahun selain kelebihan berat badan. Itulah yang dialami Niamah Haddow. Niatnya liburan untuk merayakan uang tahun ke-21, yang ia dapat hanyalah rasa malu. Sejak itu ia bertekad menurunkan berat badannya.

 

Perayaan ulang tahun seharusnya menjadi sesuatu yang membahagiakan dan penuh kenangan, apalagi bagi gadis umur 21 tahun. Tapi tidak bagi Niamah Haddow (sekarang 24 tahun). Gadis asal Abergavenny, Wales, ini tak mampu menutupi rasa malu saat hendak terbang berlibur ke Florida. AS, Agustus 2015 lalu, untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-21. 

Bagaimana tidak malu, sabuk pengaman pesawat tak mampu melingkari pinggangnya dengan sempurna karena tubuhnya yang berukuran ekstra. Berat badannya waktu itu sekitar 120kg dan angka BMI (indeks massa tubuh)-nya mencapai angka 43! Angka ini jelas tidak sehat karena angka normal BMI untuk perempuan seusia dia harusnya tak lebih dari 25.

“Aku sangat malu dan kesal pada tubuhku sendiri,” akunya.

| Niamah saat berlibur ke Florida | Fortitude Press

Belum habis penderitaannya, sepulang dari liburan, sang ibu yang datang dari Australia terkaget-kaget melihat tubuh putrinya yang “membengkak.” Tak ada yang lebih dikhawatirkan sang ibu selain kesehatan putrinya itu. “Aku juga takut hubungan dengan tunanganku bakal terganggu,” kata perempuan yang sehari-hari adalah seorang petugas polisi.

Niamah dan pun bertekad menurunkan berat badannya. Ia mulai menjalani diet dan berlari 5 km setiap harinya. Sesuatu yang luar biasa untuk perempuan yang tak pernah menginjak lantai gym seumur hidupnya. 

Ia berkonsultasi dengan dokter dan bergabung dengan komunitas Slimming World, mengikuti menu diet secara ketat dan mengikuti acara-acara yang diadakan Slimming World seminggu sekali.

| Bersama tunangannya, Michael sebelum beat badannya turun | Fortitude Press

“Ketika masih kuliah, aku biasa makan tanpa aturan, minum minuman bersoda dan makan pasta sesukanya. Kalau lagi malas masak, aku bisa menghabiskan sekaleng biskuit,” kata Niamah. Tetapi, setelah memutuskan berdiet, “Aku hanya makan makanan segar, dietku sangat terprogram dan terencana, dan aku selalu mengikuti menu diet,” lanjut perempuan yang kini tinggal di Adelaide, Australia ini.

Berat badan Niamah pun perlahan turun hingga mencapai angka 60kg. “Hidupku berubah setelah ikut diet. Aku berhasil menurunkan berat badan hampir 60kg, angka BMIku pun turun menjadi 23 dari sebelumnya yang 43,” aku Niamah sumringah. “Teman-teman tak ada yang mengenaliku lagi. Mereka nggak percaya tubuhku bisa selangsing sekarang,” lanjut Niamah yang kini juga menjadi konsultan amatir untuk orang-orang yang mau menurunkan berat badan.

| Niamah dan Michael sekarang | Fortitude Press

Dan yang lebih membahagiakan, Niamah melangsungkan pernikahan dengan gaun pernikahan indah membalut tubuhnya yang semampai. Bulan Oktober 2018 lalu, ia mengikat janji sumpah setia sehidup semati sebagai suami istri dengan tunangannya, Michael. 

 

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro