Think like a queen. A queen is not afraid of fail. Failure is another stepping stone to greatness.
Oprah Winfrey

Pentingnya Mematikan TV di Sekitar Batita, Ini Alasannya

author
Hasto Prianggoro
Rabu, 19 Juni 2019 | 12:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

Bunyi dari TV yang menyala ternyata bisa berdampak tak baik bagi kemamouan belajar anak. Kenapa?

 

Bagi banyak keluarga, TV menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika tak ditonton pun, TV tetap menyala 24 jam. Sebagian beralasan, mereka tetap menyalakan TV karena pengin mendengar berita, sebagian lagi suka mendengarkan program musik sambil melakukan aktivitas lain.

Ya, bagi orangtua yang bekerja dari rumah, TV merupakan media untuk tetap terhubung dengan dunia luar. Tapi, tahukah Bunda bahwa ternyata bunyi-bunyi yang keluar dari TV ternyata bisa berdampak negatif bagi anak, khususnya dalam hal kemampuan belajar bahasa anak.

Menurut Child Development, seperti dikutip verywellfamily.com, data tentang perkembangan bahasa anak (batita khususnya) merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan di dalam laboratorium atau ruangan, sehingga tidak menggambarkan situasi nyata sehari-hari.

Contoh, akan lebih mudah menilai interaksi dan bahasa anak di ruangan yang tenang, tidak berisik, dan disetting sedemikian rupa sehingga sangat berbeda dengan ruangan di rumah yang riuh oleh berbagai bunyi dan suara, salah satunya bunyi suara TV (yang tidak ditonton).

Baca juga: Anak Ternyata Butuh Bermain Sendiri, Ini Alasannya

Untuk mendapat gambaran yang lebih nyata, Child Development melakukan studi tentang pembelajaran bahasa yang lebih “real life,” dan apa pengaruh kondisi berisik terhadap proses belajar bahasa, misalnya bermain di rumah dengan TV masih menyala.

Mereka membagi anak-anak menjadi 2 grup, anak usia 22 sampai 24 bulan dan anak-anak yang lebih tua usia 28 sampai 30 bulan. Hasilnya, anak-anak akan belajar bahasa lebih baik dengan lebih sedikit bunyi-bunyian. Bunyi diukur pada skala desibel dan semakin kecil rasio, anak akan makin mudah belajar.

Studi ini menunjukkan bahwa bunyi-bunyian dari TV yang menyala ketika anak beraktivitas ternyata tak hanya membuat anak lebih sulit berkonsentrasi dan belajar sesuatu, tetapi juga “merusak” kemampuan belajar anak, khususnya belajar bahasa. Orangtua dan pengasuh anak sebaiknya memahami hal ini dan tak ada salahnya mematikan TV ketika tidak sedang ditonton.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro