You are beautiful because you let yourself feel, and that is a brave thing indeed.
Shinji Moon

Jangan Ditempeli Kertas, Lakukan Ini Saat Bayi Cegukan

author
Ratih Sukma Pertiwi
Selasa, 6 Oktober 2020 | 16:16 WIB
Menepuk lembut punggung bayi setelah menyusui bisa redakan cegukan. | SHUTTERSTOCK

 

Bayi mengalami cegukan bisa karena beberapa pemicu. Lakukan beberapa cara berikut ini saat bayi cegukan, yuk!

Sejak lama beredar mitos jika bayi cegukan, orang tua menempelkan potongan kertas putih kecil di dahinya agar cegukan berhenti. Segera tinggalkan kebiasaan tersebut, ya, Bunda.

Cegukan pada bayi, termasuk bayi baru lahir, bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti:

1.Makan atau minum terlalu banyak atau terlalu cepat.

2.Menelan udara saat minum susu dari botol.

3.Pelekatan yang tidak sempurna saat menyusu sehingga udara masuk bersama ASI.

4.Perubahan suhu dalam perut bayi setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

5.Refluks asam lambung.

 

Baca juga: Kapan Gumoh Pada Bayi Perlu Diwaspadai?

 

Cegukan kerap terjadi pada bayi disebabkan karena kontrol refleks bayi, terutama bayi baru lahir, belum berkembang sempurna sehingga diafragma bisa mengencang tiba-tiba, menutup pita suara di kerongkongan, lalu muncul cegukan.

Bunda tidak perlu khawatir karena cegukan akan mereda dengan sendirinya rata-rata setelah 10 menit. 

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman  saat bayi cegukan, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Bunda bisa menggendongnya dalam posisi tegak sekitar 20 menit sambil punggungnya ditepuk lembut seperti posisi sedang disendawakan. Hal ini membantu mengeluarkan udara yang ikut masuk ke dalam pencernaan bayi saat ia menyusu atau makan.

Baca juga: 3 Cara Membuat Bayi Sendawa Usai Menyusui

| SHUTTERSTOCK

 

  • Jika bayi tidak mau digendong dengan cara diberdirikan atau posisi tegak, bisa juga Bunda memangkunya dalam posisi tegak selama sekitar 20 menit sambil memberikan tepukan lembut di punggung sehingga bayi merasa nyaman.

 

  • Hindari mengagetkan, membuat gerakan mendadak, mengayun atau mengguncang tubuh bayi. Sebaliknya, berikan pelukan lembut sehingga ia merasa lebih nyaman.

 

  • Jika cegukan datang saat bayi menyusu atau makan, hentikan dulu agar terhindar dari risiko tersedak. 

 

Baca juga: Ini Yang Harus Dilakukan Saat Anak Tersedak

 

  • Alihkan perhatian anak, misalnya dengan mengajak ngobrol atau bermain sehingga ia tidak fokus dengan cegukannya.

 

  • Perhatikan tanda-tanda selama anak cegukan. Jika diikuti sesak napas atau batuk-batuk, dan frekuensi cegukan sangat sering bahkan sampai memicu bayi muntah, Bunda sebaiknya periksakan ke dokter anak.

 

Untuk mencegah bayi cegukan, Bunda juga sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Teknik Menyusu yang Tepat

Menyusu, baik langsung dari payudara ataupun dari botol sebaiknya dilakukan posisi dan pelekatan yang tepat agar tidak ada udara yang masuk berbarengan dengan susu atau ASI.

  • Posisi menyusu langsung yang tepat dan nyaman, berbeda-beda setiap bayi. Misalnya jika bayi menyusu sambil berbaring, upayakan posisi bayi dan Bunda berhadap-hadapan. Bagian areola ibu masuk ke dalam mulut bayi, bukan hanya bagian putingnya saja. Jika bayi menyusu dengan disertai suara seperti mengecap artinya pelekatan belum sempurna. Menyusui dengan posisi bayi dipangku dan posisi kepala agak tinggi juga bisa dicoba.

 

Baca juga: Merasa ASI Tak Maksimal, Cek Pelekatan Menyusui yang Tepat Ini

 

Teknik pelekatan mulut bayi berpengaruh pada kesuksesan menyusui. | SHUTTERSTOCK

 

  • Sedangkan jika menyusu memakai botol, miringkan botol sekitar 45 derajat sehingga udara dalam botol naik ke bagian bawah botol dan tidak terhisap masuk bersama susu. 

 

  • Sebaiknya susui anak perlahan, dalam porsi tidak terlalu banyak tetapi sering. Jadi jangan menunggu sampai bayi kehausan, sebab saat bayi terlalu haus ia akan menyusu dengan terburu-buru dan rentan mengalami cegukan.

 

 

Pemberian Makan

  • Hindari pemberian makan yang terlalu banyak, terlalu cepat, dan terlalu sering. Selain membuat anak bisa muntah atau tersedak, hal ini memicu cegukan. Lebih baik berikan porsi makan kecil namun sering.

 

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi