If you have never been hated by your child, you have never been a parent.
Bette Davis

Waspadai Penyakit Hipertensi pada Anak

author
Ruth Sinambela
Rabu, 22 Juni 2022 | 17:59 WIB
Dengan Memperhatikan Asupan Makanan yang Dikonsumsi Si Kecil Bunda Dapat Mencegah Obesitas dan Hipertensi pada Anak | Shutterstock

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, sangat mungkin dikaitkan sebagai salah satu penyakit yang “hanya” menyerang orang dewasa atau lansia, Bun. Namun tahukah Bunda, kalau faktanya penyakit hipertensi ternyata dapat juga menyerang anak-anak!

Melansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), faktanya penyakit hipertensi pada anak dan remaja di seluruh dunia merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan lebih serius, Bun. 

Baca Juga: Memelihara Kesehatan Ginjal Anak agar Terhindar dari PGK

Bukan hanya karena angka kejadiannya yang terus meningkat dari tahun ke tahun, namun morbiditas atau jumlah kasus, dan mortalitas atau kematian yang diakibatkannya, juga makin terlihat. Faktanya, secara umum angka kejadian hipertensi pada anak berkisar antara 1-2% dari jumlah kasus hipertensi di seluruh dunia.

Gejala hipertensi pada anak menurut IDAI

Pada bayi baru lahir, hipertensi dapat memberikan gejala, seperti:

  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Gelisah
  • Pucat/sianosis
  • Muntah
  • Kejang

Sedangkan pada anak yang lebih besar, gejala dan tanda berikut ini dapat diantisipasi sebagai kemungkinan hipertensi:

  • Rasa lelah
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Sakit kepala
  • Mendadak penglihatan kabur
  • Mual
  • Perdarahan hidung (mimisan)
  • Nyeri dada
  • Kenaikan berat badan yang tidak adekuat (memenuhi syarat)
  • Perawakan pendek
  • Kelumpuhan otot

Baca Juga: Waspadai Bahaya Obesitas pada Anak, Bun!

Mimisan merupakan salah satu gejala hipertensi pada anak | Shutterstock

Faktor penyebab hipertensi pada anak

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat terhadap 5100 anak usia sekolah mendapatkan bahwa, kejadian hipertensi ditemukan pada 4,5% di antaranya, Bun!

Dimana kesimpulan lain juga diungkapkan, bahwa angka kejadian hipertensi pada anak dan remaja ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini:

  • Peningkatan kejadian obesitas/kegemukan pada anak dan perubahan gaya hidup
  • Anak kurang beraktivitas karena terlalu banyak bermain gadget atau menonton televisi
  • Asupan makanan yang tinggi kalori, tinggi garam, serta minuman yang mengandung alkohol dan kafein
  • Kebiasaan merokok
  • Stres
  • Kurang tidur

Hipertensi yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu

Pada anak kecil dan pra-remaja sebagian besar hipertensi yang terjadi merupakan hipertensi yang disebabkan oleh penyakit. Penyakit ginjal dan pembuluh darah ginjal merupakan penyebab tersering, contohnya seperti peradangan ginjal, infeksi ginjal kronik, penyumbatan aliran urin, batu ginjal, kelainan kongenital saluran kemih, penyempitan pembuluh darah ginjal, dan sebagainya.

Hipertensi primer/esensial

Sedangkan hipertensi yang tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, atau disebut juga sebagai Hipertensi primer/esensial, merupakan jenis hipertensi yang sebanyak 85-90 persen kasusnya diderita oleh anak usia pra-remaja, dan sangat jarang ditemukan pada anak yang masih berusia kurang dari 10 tahun. Dimana kebanyakan kasus hipertensi primer yang terjadi merupakan kasus hipertensi pada anak yang disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Mimisan, Pertolongan Pertama yang Tepat untuk Anak

Bagaimana cara mengetahui hipertensi pada anak?

Karena gejala hipertensi awal biasanya tidak akan terasa apalagi oleh anak-anak, maka salah satu hal yang wajib Bunda dan Ayah lakukan untuk mengetahuinya sedini mungkin adalah dengan memeriksakan tekanan darah anak secara rutin.

Terutama apabila Bunda memiliki riwayat tekanan darah tinggi di dalam keluarga, juga bagi anak-anak dengan kondisi medis riwayat lahir prematur, berat lahir kurang dari 2500 gram, atau riwayat dirawat di ruang perawatan intensif/ICU.

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ruth Sinambela