I finally realized that being grateful to my body was key to giving more love to myself.
Oprah Winfrey

Mengapa Si Kecil Sering Menahan Pipis dan Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

author
Ruth Sinambela
Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:00 WIB
Menahan pipis bisa menyebabkan infeksi kandung kemih dan risiko penyakit ginjal pada anak. | Shutterstock

 

Buang air kecil atau pipis adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan sisa metabolisme dan cairan berlebih, Bun. Frekuensi buang air kecil setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari banyak faktor, seperti usia, aktivitas, asupan cairan, dan kondisi kesehatan. Namun, pada umumnya, orang dewasa bisa buang air kecil sekitar 6-7 kali dalam sehari.

Lalu, bagaimana dengan anak-anak? Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak di bawah usia 2 tahun pada umumnya buang air kecil sekitar 8-10 kali dalam sehari. Sedangkan anak-anak usia 3-5 tahun sekitar 6-8 kali dalam sehari. Frekuensi ini bisa berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan kapasitas kandung kemih anak, Bunda.

Namun, ada kalanya anak-anak menahan buang air kecil karena berbagai alasan. Misalnya, karena asyik bermain, tidak ada toilet yang bersih atau nyaman, malu untuk minta izin ke guru, atau takut untuk pergi ke toilet sendirian. Khususnya saat anak sedang berada di luar rumah, tentu Bunda tidak bisa mengawasinya terus-menerus. Lalu apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan anak?

Baca juga: Kenapa Sering Buang Air Kecil?

Dampak Menahan Pipis bagi Kesehatan Anak

Menahan buang air kecil sesekali sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah yang serius, Bun. Namun jika sudah menjadi kebiasaan, maka tentu akan berdampak negatif bagi kesehatan anak, terutama pada sistem dan saluran kemihnya. 

Berikut beberapa bahaya yang mungkin terjadi akibat sering menahan buang air kecil:

1.Infeksi saluran kemih (ISK).

ISK adalah kondisi yang terjadi ketika bakteri menginfeksi saluran kemih, mulai dari uretra atau saluran kencing, kandung kemih, hingga ginjal. Menahan buang air kecil bisa meningkatkan risiko ISK karena urine yang menumpuk di kandung kemih bisa menjadi media bagi bakteri berkembang biak. Saat mengalami ISK anak mungkin akan merasakan gejala, seperti anyang-anyangan, demam, mual, muntah, hingga nyeri di perut bagian bawah.

2.Batu kandung kemih.

Batu kandung kemih adalah gumpalan padat yang terbentuk dari kristal-kristal yang ada di urine. Menahan buang air kecil bisa menyebabkan urine tidak keluar secara tuntas dan meninggalkan sisa-sisa di kandung kemih. Jika terjadi terus-menerus maka bisa mengendap dan membentuk batu kandung kemih. Gejala yang bisa dirasakan anak yaitu nyeri saat buang air kecil, darah dalam urine, kesulitan buang air kecil, atau nyeri di punggung bagian bawah.

Baca juga: Kata Dokter: Atasi Anyang-anyangan Pada Dewasa dan Anak

3.Peregangan kandung kemih.

Kandung kemih adalah organ yang elastis dan bisa meregang sesuai dengan isi urine di dalamnya. Namun jika anak sering menahan buang air kecil maka otot-otot kandung kemih dapat meregang melebihi batas kemampuannya, Bun. Hal ini akan menyebabkan nyeri, dan kandung kemih sulit atau tidak bisa berkontraksi untuk melepaskan urine secara normal dan anak bisa mengompol atau inkontinensia urine.

4.Overactive bladder. 

Yaitu kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang lebih sering dari biasanya dan dorongan untuk buang air kecil yang mendadak dan sulit ditahan. Salah satu faktor penyebab overactive bladder adalah menahan buang air kecil terlalu lama sehingga membuat sensor-sensor di kandung kemih menjadi terlalu aktif dan mengirim sinyal ke otak bahwa kandung kemih sudah penuh, padahal sebenarnya belum, Bunda.

Baca juga: Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seks Bisa Cegah ISK? Atau Justru Bikin Bunda Sulit Hamil?

Saat si Kecil terlalu lama dan asyik bermain, ingatkan untuk pipis, ya, Bun. | Shutterstock

Tips agar si Kecil Tidak Berbiasa Menahan Pipis

Selain berdampak pada kesehatan fisik, para ahli setuju kalau menahan buang air kecil ternyata juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental anak. Anak yang sering menahan buang air kecil bisa merasa cemas, stres, atau malu karena khawatir akan mengompol atau tidak bisa menemukan toilet yang bersih dan nyaman. 

Hal ini bisa mengganggu konsentrasi dan prestasi belajar anak, serta mengurangi rasa percaya diri. Oleh karena itu, Bunda dapat membantu anak untuk mengatasi kebiasaan buruk menahan buang air kecil dengan beberapa tips berikut:

  • Ajarkan anak untuk buang air kecil secara teratur, misalnya setiap 2-3 jam sekali atau sebelum berangkat sekolah, pulang sekolah, dan tidur.
  • Berikan anak asupan cairan yang cukup terutama air putih, dan kurangi minuman yang mengandung kafein, gula, atau pewarna.
  • Jangan memarahi atau mengejek anak jika ia mengompol atau tidak bisa menahan buang air kecil. Sebaliknya, berikan dukungan dan motivasi agar si kecil mau buang air kecil secara rutin.
  • Jika anak merasa takut atau malu untuk buang air kecil di sekolah, bicarakan dengan guru atau pihak sekolah untuk mencari solusi terbaik.

Baca juga: Setelah Disapih dan Lulus Toilet Training, Sudahkah Bunda Siap Mengajarkan si Kecil Tidur Sendiri?

Jika kebiasaan menahan pipis sudah dialami oleh buah hati Bunda di rumah, ada baiknya untuk membicarakan hal tersebut kepada dokter spesialis anak untuk mencari jalan keluar yang bisa dicoba, Bun. Terlebih kalau si kecil mengalami gejala-gejala gangguan saluran kemih, segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat sehingga tidak menyebabkan keparahan bagi kesehatan anak ya, Bun!

 

Referensi:

https://www.beaumont.org/conditions/voiding-problems-children

https://www.anakku.id/artikel/detil/anak-sering-menahan-pipis

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi