Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas ialah bagian dari hati.
Susi Pudjiastuti

Awalnya, Shampo Berbentuk Batangan

author
Isna Triyono
Minggu, 10 Maret 2019 | 10:00 WIB
SHUTTERSTOCK |

Shampo yang saat ini selalu kamu pakai, ternyata dulunya sangat jauh berbeda.

Berikut fakta menarik soal shampoo, salah satu rangkaian perawatan kecantikan perempuan.

1. Tahun 1880 shampo berbentuk sabun batangan. Salah satu produk yang terkenal adalah Slidall’s soap. Sabun batangan ini bisa membersihkan segala hal, mulai dari rambut, tubuh hingga gigi.

2. Kata shampo berasal dari bahasa Hindi, ‘champo’, yang artinya menekan atau memijat.

Baca juga: Si Hitam Charcoal Dengan Segudang Manfaat

SHUTTERSTOCK |

3. Setelah merasakan champo India, seorang pengusaha Bengali, Sake Dean Mahomed membuka pemandian di pedesaan Inggris. Ia menawarkan pijatan uap obat meniru champo. Ia menyebut pijatan itu dengan shampooing.

4. 8 tahun kemudian, istilah shampooing hanya mengacu pada pijatan kulit kepala.

5. Tahun 1927, Hans Schwarzkopf menemukan sampho bubuk yang larut dalam air. Dalam setahun, shampo bubuk laris manis di Berlin dan negra lain di benua Eropa.

6. Di tahun yang sama, Hans Schwarzkopf juga menemukan shampoo cair pertama.

SHUTTERSTOCK |

7. Di India, shampo pertama menggunakan rebusan gooseberry kering dan rempah-rempah lainnya yang menghasilkan busa dan menghasilkan rambut lembut berkilau.

8. Di Indonesia, shampo pertama menggunakan merang yang dibuat dari abu kulit jerami. Namun ramuan ini membuat helai rambut jadi sangat kering.

9. Produksi shampo secara komersial baru dimulai dipergantian abad 20.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Cegukan

SHUTTERSTOCK |

10. Karena belum banyak yang tahun bagaimana keramas menggunakan shampo, koran The New York Times sampai memuat artikel bagaimana melakukannya.

11. Astronot mencuci rambut mereka denga shampo non bilas, jenis yang awalnya dikembangkan untuk pasien rumah sakit yang tidak boleh mandi.

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono