It needs to be said and heard: it’s OK to be who you are.
Hailee Steinfeld

Anak Suka Mengemut Makanan? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

author
Hasto Prianggoro
Sabtu, 13 April 2019 | 12:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

Orang tua sering dibuat bingung atau kesal saat si Kecil lama sekali menyelesaikan makannya dan lebih suka mengemut makanan. Kenapa, sih anak-anak, batita khususnya, suka mengemut makanan? Ada berbagai alasan kenapa anak mengemut makanan, di antaranya:

1.Proses sensorik

Anak merasa makanan tak enak sehingga menyimpannya berlama-lama di dalam mulut. Atau anak tak bisa merasakan keberadaan makanan di dalam mulutnya. Indera perasa tidak mengirimkan sinyal yang tepat ke otak mengenai sensasi dan rasa makanan sehingga anak sepertinya tak tahu keberadaan makanan di dalam mulutnya. Ini umum terjadi pada anak dengan autisme maupun anak dengan gangguan proses sensorik.

Bisa juga anak menyimpan makanan di mulutnya karena menikmati sensasinya. Ini ada hubungannya juga dengan sinyal yang diterima otak. Makanan yang disimpan di dalam mulut akan menekan (seperti memijat) lidah, pipi, atau bagian rongga mulut lain sehingga anak merasa nyaman.

Baca juga: Anak Ketahuan Mencuri? Ini Yang Harus Bunda Lakukan

2.Keterampilan oromotorik

Berbeda dengan masalah sensorik, keterampilan oral motor (oromotorik) berkaitan dengan kekuatan dan koordinasi otot-otot di dalam mulut. Oromotorik merupakan sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oromotorik terjadi mulai usia 4-6 bulan dan akan terus berkembang.

Keterampilan oromotorik mencakup bagaimana lidah bergerak untuk membantu proses mengunyah dan menelan makanan, termasuk bagaimana menutup mulut saat makan supaya makanan tidak jatuh keluar dari mulut.

Kurangnya stimulasi oromotorik bisa menjadi salah satu faktor kenapa anak suka menyimpan makanan di dalam mulut. Untuk mengatasinya, salah satunya dengan memilih makanan yang tepat dan sesuai perkembangan usianya.

3.Sakit jika menelan

Anak menahan makanan di dalam mulut karena merasakan sakit jika menelan makanan. Biasanya ini terjadi karena radang tenggorokan, refluks kronis, atau amandel yang membengkak.

Pada berbagai kondisi, takut untuk menelan makanan ini akan lama-lama akan menjadi kebiasaan dan untuk melepaskan kebiasaan ini dibutuhkan bantuan profesional.

| SHUTTERSTOCK

Orang tua bisa membantu anak belajar mengunyah dan menelan makanan dengan cara:

1. Beri suapan kecil

Pada bayi dan anak batita, beri suapan kecil sehingga mudah dikunyah dan ditelan. Terkadang orang tua menjejalkan sesendok penuh makanan ke mulut anak sehingga anak kesulitan mengunyah maupun menelannya.

Pada anak-anak yang lebih besar, prinsipnya juga sama, jangan memberikan suapan besar karena pasti akan membuat anak kesulitan, bahkan rasa tak nyaman, untuk menelan makanan tersebut.

2. Minum setelah mengunyah dan menelan

Strategi lain yang cukup ampuh adalah mengajarkan anak untuk minum setelah mengunyah dan menelan makanan. Minum akan membantu makanan masuk ke dalam lambung.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro