Being a parent has made me more open, more connected to myself, more happy, and more creative. I’m more discerning in what I do and how I do it. It’s just made me a better person all the way around.
Alicia Keys

6 Rahasia Agar Si Kecil Disiplin

author
Hasto Prianggoro
Senin, 18 Februari 2019 | 16:00 WIB
| SHUTERSTOCK

 

Melarang dan mengatakan “tidak” saja ternyata tak selalu berhasil. Orang tua harus kreatif dan sabar agar anak bisa disiplin.

1. Orang tua harus konsisten

Aturan dan rutinitas akan membantu anak merasa aman dan nyaman, sehingga mereka akan cenderung lebih tenang dan bisa diatur. Usahakan selalu mengikuti jadwal harian yang sudah disusun. Ini artinya anak akan secara konsisten tidur siang pada jam yang sama, makan pada waktu yang sama, bermain pada jam yang sama, serta tidur malam pada jam yang sama juga.

Jika ada perubahan jadwal, beri tahu anak. Misalnya jadwal makan malam terpaksa harus mundur karena akan makan malam di luar bersama saudara yang datang berkunjung.

Konsistensi sangat penting jika orang tua pengin menerapkan disiplin. Misalnya saat orang tua pertama kali mengatakan, “Tidak boleh menggigit, ya” ketika anak mengganggu temannya, maka orang tua harus mengatakan hal yang sama ketika anak melakukan perilaku serupa yang kedua, ketiga, dan seterusnya.

2. Hindari situasi yang membuat anak stres

Ketika anak memasuki usia batita, orang tua akan semakin mengerti apa yang menyebabkan anak rewel. Penyebab paling umum adalah lapar dan mengantuk. Orang tua harus mengantisipasi hal-hal ini sehingga mengurangi kemungkinan anak rewel, khususnya saat bepergian atau keluar rumah. 

Usahakan anak berada di rumah saat tiba waktunya tidur siang, makan dan tidur malam. Jika sedang bepergian, bawa bekal cukup sehingga anak tidak kelaparan. Jangan lupa, rencanakan lebih dulu perjalanan sehingga baik orang tua dan anak tidak diburu-buru waktu. 

Baca juga: Anak Pakai Baju Sendiri, Begini Yang Harus Bunda Lakukan

3. Ikuti pola pikir seorang batita 

Anak bukanlah miniatur orang dewasa. Anak batita belum mampu memahami hal-hal yang  mereka hadapi seperti halnya orang dewasa, misalnya bagaimana berlaku sopan, menentukan tujuan, dan sebagainya.

Beri anak pilihan sehingga anak tahu bahwa orang tua menghargai dan tahu apa yang mereka rasakan. Misalnya saat bepergian, tanyakan ke anak apakah ia akan membawa buku atau cemilan. Ini akan membuat anak merasa memiliki kontrol. 

4. Alihkan perhatian anak

Orang tua harus bisa mengalihkan anak dari perilaku yang kurang patut. Ingat, rentang perhatian anak di usia batita masih sangat pendek. Jadi, misalnya anak melempar-lempar bola di dalam rumah meskipun sudah diingatkan, lebih baik ajak ia melakukan aktivitas lain yang lebih produktif ketimbang berulang-ulang memperingatkannya. Misalnya, mengajaknya menonton film favorit atau membaca buku.

|

5.Time out boleh asal sebentar

Penerapan time out merupakan dasar untuk membentuk disiplin anak. Meski begitu, cara ini bukanlah cara terbaik. Implikasi dari mengisolasi anak saat time out akan mengajarkan anak bahwa mereka adalah anak-anak yang nakal.

Jika orang tua terpaksa harus melakukan time out, jangan terlalu lama, cukup 1-2 menit saja. Ubah istilah “time out” yang membingungkan anak dengan istilah lain yang lebih positif, misalnya “pojok nyaman” untuk menyebut tempat aman d mana anak bisa menenangkan diri barang sekejap sampai ia kembali tenang. Jangan lupa beri anak pujian setelah mereka menjalani time out dan mampu bersikap tenang.

6. Orang tua harus menenangkan diri

Melihat anak yang rewel dan merajuk tanpa henti tentu bisa membuat orang tua ikutan naik pitam. Nah, untuk mencegah hal ini terjadi, orang tua sebaiknya menenangkan diri juga supaya tidak lepas kontrol dan malah menambah tegang suasana.  

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro