For me, motherhood is learning about the strengths I didn’t know I had, and dealing with the fears I didn’t know existed.
Halle Berry

3K Untuk Mengenali dan Mengatasi Risiko Alergi Pada Si Kecil

author
Hasto Prianggoro
Rabu, 10 April 2019 | 19:26 WIB
| SHUTTERSTOCK

Orangtua harus aktif mengenali sejak dini gejala dan cara mengatasi risiko alergi pada anak, termasuk alergi pada susu sapi. 

 

Angka kejadian dan resiko alergi pada anak, terutama terhadap makanan, masih terus terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data World Allergy Organization (WAO) dalam The WAO White Book on Allergy: Update 2013 menunjukkan, angka prevalensi alergi mencapai 10-40 persen dari total populasi dunia, 7,5% diantaranya anak-anak yang alergi susu sapi.

Alergi susu sapi diakibatkan oleh respons sistem imun yang tidak normal terhadap protein susu sapi (whey dan kasein). Hal ini perlu menjadi perhatian karena susu adalah salah satu sumber protein yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Peran orangtua, khususnya para ibu, sangat penting untuk mencegah dan menangani kondisi alergi, termasuk pemberian nutrisi yang tepat,” jelas Konsultan Alergi dan Imunologi Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes. saat hadir  sebagai pembicara pada kampanye #BundaTanggapAlergi dengan Gerakan 3K yang diadakan Sarihusada, Rabu (10/4) di Jakarta.

Baca juga: 8 Makanan Yang Kandungan Kalsiumnya Lebih Banyak Daripada Susu

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko alergi pada si Kecil antara lain riwayat alergi pada keluarga, kelahiran Caesar, dan polusi, termasuk polisi udara dan asap rokok. Gejala umum yang sering muncul ketika alergi adalah gangguan pada kulit seperti muncul bintik-bintik merah, gangguan saluran pernapasan seperti asma, dan gangguan saluran pencernaan. Alergi pada anak yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Si Kecil dengan alergi juga berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Budi melanjutkan, anak yang sudah terindikasi memiliki alergi susu sapi masih tetap membutuhkan alternatif sumber protein untuk pemenuhan nutrisinya. “Anak masih dapat mengonsumsi alternatif susu sapi, seperti susu pertumbuhan yang mengandung formulasi khusus terhidrolisis ekstensif, asam amino, maupun susu dengan bahan dasar kedelai/soya.”

Peran orangtua, khususnya para ibu, sangat penting untuk mencegah dan menangani kondisi alergi, termasuk pemberian nutrisi yang tepat. Gerakan 3K sendiri merupakan ajakan bagi para ibu untuk aktif mengenali sejak dini gejala dan cara mengatasi risiko alergi pada si Kecl dengan 3 cara, yakni kenali resiko dan gejalanya, konsultasikan ke dokter agar si Kecil mendapat penanganan yang tepat, dan kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro