We’re here for a reason. I believe that reason is to throw little torches out to lead people through the dark.
Whoopi Goldberg

Pentingnya Zat Besi Bagi Anak, Daging Merah Bisa Jadi Pilihan

author
Hasto Prianggoro
Senin, 29 April 2019 | 20:00 WIB
Daging merah sebagai sumber zat besi terbaik | SHUTTERSTOCK

Zat besi merupakan sumber mineral yang sangat penting bagi anak. Kekurangan zat besi bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu sumber terbaik zat besi adalah daging merah.

Apakah buah hati Bunda terlihat lesu dan tak bergairah? Hati-hati, jangan-jangan dia kekurangan zat besi, lo. Zat besi membantu tubuh memproduksi sel-sel darah merah yang baru dan menyusun hemoglobin yang berperan meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh.

Pada anak, kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi (ADB) merupakan penyebab anemia terbanyak. Dikutip dari laman idai.or.id, ADB adalah anemia yang disebabkan berkurangnya cadangan zat besi tubuh.

Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) menyebut angka kejadian anemia defisiensi besi terbanyak pada kelompok usia balita (48,1%) dan pada kelompok usia anak sekolah (47,3%)

Baca juga: 5 Jalan Menjaga Asupan Nutrisi Anak

ADB pada anak memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, antara lain menurunkan sistem kekebalan tubuh, infeksi, gangguan pertumbuhan organ akibat oksigenasi ke jaringan berkurang, serta turunnya daya konsentrasi dan prestasi belajar anak.

Berapa kebutuhan zat besi pada anak?

  • Bayi yang masih menyusui mendapat asupan zat besi dari ASI sampai 4-6 bulan.
  • Bayi usia 7-12 bulan memerlukan 11mg zat besi setiap hari.
  • Anak usia 1-12 tahun memerlukan 7-10mg zat besi setiap hari.
  • Anak remaja laki-laki memerlukan 11mg zat besi per hari, sedangkan remaja putri memerlukan 15mg zat besi per hari.

Baca juga: Praktisnya Membuat Baby Buncis Saus Daging

Sumber pasokan utama zat besi khususnya pada bayi adalah dari ASI. Setelah usia 6 bulan, kandungan zat besi di dalam ASI akan berkurang. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menambahkan konsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti daging merah dan hati ayam.

| shutterstock

Selain zat besi, daging merah juga kaya akan seng yang berfungsi membantu tubuh dalam pembentukan jaringan dan metabolisme. Daging merah juga bisa memecah lemak dan bahan kimia dalam tubuh karena zat selenium yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Kenali Gejala Kekurangan Nutrisi Pada Anak

Tak hanya itu, daging merah banyak mengandung vitamin A, B, dan D yang sangat baik untuk kesehatan mata, gigi, tulang, serta membantu kerja sistem saraf pusat. Daging merah juga mengandung asam amino yang merupakan sumber protein terbaik.

Konsumsi daging merah 3-4 kali seminggu, masing-masing 100 gram per setiap kali makan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak dan tubuh anak yang optimal. 

Selain hati ayam dan daging merah, zat besi juga bisa diperoleh dari tuna, salmon dan udang, kacang-kacangan, sayuran hijau seperti bayam, brokoli dan jagung, dan sebagainya.

Yang juga harus dipahami orang tua, batasi minum susu, paling tidak saat anak makan. Pasalnya, kandungan kalsium pada susu bisa menghambat penyerapan zat besi.

Jika kebutuhan zat besi tercukupi, maka anak akan bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

 

#dagingsapiaustralia

 

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Ratih Sukma Pertiwi