It takes a great deal of courage to stand up to your enemies, but even more to stand up to your friends.
J.K. Rowling

Yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Monkeypox

author
Hasto Prianggoro
Rabu, 15 Mei 2019 | 12:00 WIB
| GETTY

Penyakit satu ini ramai dibincangkan setelah seorang WN Nigeria terdiagnosa di Singapura. Apa saja yang harus diketahui?

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan 5 warga negara Singapura masuk karantina setelah ditengarai melakukan kontak dengan pasien pertama pembawa virus Monkeypox (cacar monyet) ke Singapura.

Hingga saat ini sudah ada 23 orang yang diidentifikasi melakukan kontak dengan pasien pertama, termasuk 5 WN Singapura tersebut. Sisanya merupakan warga negara Inggris, India, Irlandia, Malaysia, Nigeria, dan Vietnam. Sebagian diantara mereka adalah peserta workshop sama yang dihadiri pasien pertama dari Nigeria.

Pasien pertama monkeypox di Singapura diketahui seorang pria WN Nigeria berusia 38 tahun. Pria yang datang ke Singapura untuk menghadiri sebuah workshop itu diduga tertular virus monkeypox setelah mengonsumsi bush meat (daging binatang liar hasil buruan) di sebuah pesta pernikahan di Nigeria.

Pasien Nigeria itu datang ke Singapura pada 28 April 2019. Dia dibawa ke Tan Tock Seng Hospital pada 7 Mei lalu dan positif dinyatakan tertular virus cacar monyet itu keesokan harinya. Saat ini, pria yang tak disebutkan namanya itu dirawat di ruang perawatan National Centre for Infectious Disease Singapura.

Baca juga:  Menangis Ternyata Bisa Menurunkan Berat Badan

Monkeypox adalah penyakit infeksi langka yang disebabkan oleh virus cacar monyet. Virus ini dapat hidup di manusia maupun hewan pengerat seperti tupai dan tikus, serta monyet. Menurut WHO, pada manusia, virus ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan pembawa virus atau ditularkan lewat konsumsi daging hewan yang terinfeksi.

Penularan dari manusia ke manusia tidak semudah penularan dari hewan dan bisa terjadi lewat kontak langsung dengan penderita. Misalnya lewat cairan tubuh seperti air liur dan luka.

Penyakit monkeypox pertama kali ditemukan pada manusia tahun 1970 di Kongo, dan kemudian beberapa negara Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kasus monkeypox pada manusia di luar Afrika ditemukan tahun 2003 di AS. Ketika itu, US Centers for Disease Control (DC) mencatat 37 kasus monkeypox di 5 negara bagian. Diduga, virus dibawa ke AS oleh hewan yang dikirim dari Ghana ke Texas.

| precisionvaccinations.com
Gejala monkeypox mirip dengan gejala penyakit infesi akibat virus lainnya seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, muncul ruam, dan kehilangan tenaga. Pada kasus-kasus berat, virus bisa mengakibatkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, radang otak, serta infeksi mata yang mengakibatkan penglihatan terganggu. Gejala biasanya akan berlangsung 14 hingga 21 hari.

Sayangnya, belum ada obat atau vaksin khusus untuk mengobati maupun mencegah monkeypox. Namun, vaksin cacar (variolla) terbukti 85% efektif untuk mencegah monkeypox.

Penyakit ini sebetulnya bukan penyakit berbahaya asalkan pencegahan dan penanganannya tepat. Sebagai pencegahan, hindari kontak dengan hewan maupun penderita, konsumsi daging yang segar dan sudah dimasak dengan benar, serta lakukan vaksinasi cacar.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro