When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

Agar Anak Tak Mudah Stres

author
Hasto Prianggoro
Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

Benarkah anak-anak milenial sekarang ini lebih mudah stres?

Banyak hal yang membuat anak-anak milenial sekarang ini lebih rentan stres, bahkan depresi. “Yang pertama kurangnya perlekatan atau bonding dengan orangtua,” kata Adib Setiawan, S.Psi.,M.Psi., psikolog dari www.praktekpsikolog.com.

Yang kedua, kurangnya interaksi sosial face to face, misalnya dengan teman-teman di lingkungan rumah maupun sekolah. “Faktor media sosial juga berpengaruh. Anak-anak ini mudah sekali down yang kemudian membuat mereka stres. Misalnya ketika mendapat cercaan di media sosial,” lanjut Adib. Pemicu lain adalah adanya tindakan kekerasan dari orangtua, baik verbal maupun fisik, serta bullying.

Baca juga: Si Kecil Selalu Sedih? Bisa Jadi Ia Depresi

Yang harus dilakukan orangtua adalah mendekatkan lagi hubungannya dengan anak. Orangtua harus mau menjadi pendengar yang baik supaya anak mau bercerita tentang aktivitasnya sehari-hari. Yang berikutnya, dorong anak agar mau keluar rumah dan bersosialisasi dengan teman-temannya.

Yang tak kalah penting adalah jangan terlalu dini memberikan gadget ke anak. Dampingi anak saat bermain gadget, terutama ketika mengakses media sosial. “Anak juga harus dilatih untuk berani menghadapi bullying. Jadi, tak hanya menghindar saat dibully, tetapi menghadapi bullying tersebut,” jelas Adib.

Orangtua sebaiknya juga tidak memaksakan keinginan, sehingga anak tak punya ruang untuk berbicara atau mengemukakan pendapat. “Semua hal harus dikomunikasikan. Anak juga harus dibekali keterampilan sosial, mampu memahami diri sendiri, mampu memahami teman-teman dan lingkungannya, serta mampu memotivasi diri sehingga mampu bangikit saat down.”

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro