The age of a woman doesn’t mean a thing. The best tunes are played on the oldest fiddles.
Ralph Waldo Emerson

Mencegah Preeklampsia, Lakukan 5 Cara Ini

author
Isna Triyono
Rabu, 9 Oktober 2019 | 10:05 WIB
SHUTTERSTOCK |

Preeklampsia menjadi momok yang menakutkan bagi ibu hamil.

Preeklampsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya ginjal yang ditunjukkan dengan tingginya kadar protein dalam urin.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab preeklampsia. Namun dikutip dari alodokter, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami preeklampsia, antara lain kehamilan pertama, pernah mengalami preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, obesitas saat hamil, atau kekurangan nutrisi.

Baca juga: Sebelum Keguguran, Irish Bella Sempat Alami 4 Masalah Kesehatan Ini

Sementara itu, seperti yang dilansir dari klikdokter, kamu bisa melakukan 5 cara berikut ini untuk mencegah preeklampsia.

1. Mengontrol Berat Badan

Kelebihan berat badan saat hamil bisa mempengaruhi keseimbangan hormone dan metabolisme tubuh. Hal ini bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami preeklampsia.

2. Batasi Asupan Garam

Batasi asupan garam dan pastikan untuk mendapat cukup asupan kalium dari menu sehari-hari untuk mencegah peningkatan tekanan darah.

Hindari juga makanan dalam kemasan, berkadar gula tinggi, berpengawet, dan makanan yang digoreng. Sebaiknya perbanyak makan buah dan sayur.

3. Tidur yang Cukup

Pastikan kamu memiliki waktu tidur yang cukup, minimal 7-8 jam setiap hari. Sebelum tidur, posisikan kaki lebih tinggi dari badan untuk memperlancar aliran darah dalam tubuh.

Baca juga: Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS), Penyebab Bayi Irish Bella dan Amar Zoni Meninggal

4. Olahraga dan Minum Air Putih

Setiap hari, usahakan kamu minum air putih minimal 8 gelas untuk membantu menjaga kesimbangan kadar garam dalam tubuh.

Olahraga juga membantu mengurangi stress dan mengontrol berat badan.

5. Kontrol Teratur ke Dokter

Kontrol secara teratur ke dokter agar kondisi janin dan ibu bisa selalu terpantau. Konsultasikan juga tentang keluhanmu dan riwayat kesehatanmu, misalnya ada keturunan darah tinggi sehingga dokter bisa memberikan langkah pencegahan preeklampsia.

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono