I think the girl who is able to earn her own living and pay her own way should be as happy as anybody on earth. The sense of independence and security is very sweet.
Susan B. Anthony

Cengkeraman Tangan Gambarkan Masalah Kesehatan Anak

author
Hasto Prianggoro
Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

Coba Bunda minta anak menggenggam atau mencengkeram tangan Bunda. Terasa lemah atau kuatkah genggaman tangannya? Waspada jika genggaman anak terasa lemah tak seperti anak lainnya, bisa jadi ia punya masalah kesehatan.

 

Ternyata, cengkeraman atau genggaman tangan bisa menunjukkan sehat-tidaknya seseorang. Pada anak misalnya, anak yang memiliki cengkeraman tangan yang lemah lebih beresiko mengalami masalah kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung.

Temuan ini diungkapkan hasil riset yang dipublikasikan di Journal of Pediatrics. Penelitian diikuti anak-anak kelas 4 dan 5 SD dengan melakukan tes kekuatan genggaman (grip-strength test). Hasilnya, hampir 28% anak laki-laki dan 20% anak perempuan diklasifkasikan memiliki genggaman tangan yang lemah.

Baca juga: Tidur Tak Berkualitas Picu Masalah Anak

Selama penelitian, anak-anak yang lemah genggaman atau cengkeraman tangannya itu tenyata mengalami sakit atau kesehatannya menurun 3 kali lebih sering dibandingkan anak-anak lain yang memiliki cengkeraman yang kuat.

Studi sebelumnya memang menunjukkan bahwa kelemahan otot, yang diukur dengan tes genggaman, merupakan indikasi buruknya tingkat kesehatan orang dewasa. “Sementara bagi anak, ini adalah penelitian pertama,” kata Paul Gordon, peneliti senior memberi komentar seperti dikutip health24.com

| SHUTTERSTOCK
Anak-anak zaman sekarang, kata Paul, lebih banyak yang didiagnosa mengalami diabetes dan penyakit jantung karena obesitas. “Lemahnya kekuatan genggaman tangan mereka bisa dipakai untuk mengukur kemungkinan resiko kardiometabolik, sekaligus mendorong perubahan gaya hidup untuk memperkuat otot-otot sekaligus mengurangi resiko penyakit tersebut.”

Jadi, selain memperkenalkan kebiasaan olahraga dan makan sehat, rasanya sudah saatnya untuk juga mempromosikan pentingnya otot yang kuat bagi kesehatan anak di masa mendatang. “Lagian, tes tangan ini mudah, kok, tidak menyakitkan dan bisa dilakukan di mana saja. Tak harus di rumah sakit besar,” lanjut Paul yang tidak menjelaskan hubungan antara kekuatan cengkeraman tangan dan kesehatan.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro