It takes a great deal of courage to stand up to your enemies, but even more to stand up to your friends.
J.K. Rowling

Tidur Tak Berkualitas Picu Masalah Anak

author
Hasto Prianggoro
Selasa, 1 Oktober 2019 | 14:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

Tidur sangat penting bagi manusia, lebih-lebih bagi anak-anak batita. Banyak proses tumbuh kembang yang terjadi selama anak tidur, sehingga jam tidur yang cukup dan tidur yang berkualitas sangat penting bagi anak.

 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Academic Pediatrics meneliti hubungan antara perilaku dan tidur pada anak-anak, dan menemukan bahwa ternyata kuaitas tidur yang buruk pada usia dini seorang anak berkaitan dengan masalah-masalah perilaku anak di kemudian hari.

Studi ini menyimpulkan bahwa kurangnya jam tidur dan kualitas tidur pada masa batita berhubungan dengan lemahnya proses pembentukan perilaku di usia kanak-kanak. Anak-anak yang kualitas tidurnya kurang pada masa batita ternyata mengalami lebih banyak masalah daripada anak-anak yang kualitas tidurnya baik dan cukup.

Baca juga: Ini Lho, Tanda Tumbuh Kembang Anak Yang Sehat

Usia 3 dan 4 tahun merupakan masa-masa krusial, yaitu masa dimana anak sedang belajar berkomunikasi dan belajar lebih mandiri. Studi membagi 3 periode tidur anak, yakni:

1. Usia 6 bulan hingga 2 tahun

Di usia ini, yang merupakan kombinasi masa bayi dan masa kanak-kanak, tidur kurang dari 11-12 jam per hari dianggap sebagai kurang tidur. Di usia ini, bayi dan ana butuh lebih dari 12 jam tidur per hari.

2. Usia 3-4 tahun

Memasuki usia batita dan kanak-kanak, waktu tidur kurang dari 10-11 jam per hari dianggap sebagai kurang tidur atau tidur tidak berkualitas.

3. Usia 5-7 tahun

Di usia ini anak sudah melewati masa batita. Jam tidur kurang dari 9 jam per hari merupakan tidur yang tidak berkualitas dan kurang.

| SHUTTERSTOCK
Untuk mengatasi waktu tidur yang kurang atau tidur yang tak berkualitas, orangtua bisa melakukan beberapa cara, antara lain mematikan semua layar (gadget, TV, dan sebagainya) paling tidak satu jam sebelum waktu tidur. Gadget atau layar TV justru akan membuat anak terjaga. Sebagai gantinya, orangtua lebih baik membacakan buku atau mendongeng sebagai pengantar tidur.

Yang juga penting, orangtua harus konsisten, misalnya dalam hal waktu tidur. Buat jadwal dan patuhi jadwal tersebut. Dan yang perlu diingat, setiap anak adalah pribadi yang unik dan tidak sama, jadi orangtua harus mengenali dan memahami kondisi dan karakter anak

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro