We’re here for a reason. I believe that reason is to throw little torches out to lead people through the dark.
Whoopi Goldberg

Napas Bayi Bunyi Grok-Grok? Ini Cara Mengatasinya

author
Isna Triyono
Kamis, 28 November 2019 | 10:14 WIB
|

Bayi yang baru lahir kerap mengeluarkan suara grok-grok saat tertidur.

Banyak yang beranggapan bahwa penyebabnya adalah sesaat setelah dilahirkan, pihak rumah sakit kurang bersih saat membersihkan saluran hidung dan tenggorokannya sehingga cairan ketuban masih tersisa di dalam dan menghambat pernapasannya.

Namun menurut Baby Center, bunyi napas bayi grok-grok lantaran produksi lendir di dindin saluran pernapasan. Produksi lendir ini berguna untuk menangkal bakteri dan virus yang ingin masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Agar Tidak Infeksi, Ini Cara Merawat Tali Pusar Bayi

Oleh karena bayi belum bisa mengeluarkan lendir di dalam saluran pernapasan, kemudian lendir menumpuk dan menghasilkan suara grok-grok ketika udara melewatinya.

Suara grok-grok juga bisa disebabkan oleh saluran pernapasan bayi yang belum berkembang sempurna. Biasanya seiring bertambahnya usia bayi, saluran akan berkembang sempurna dan suara grok-grok akan hilang dengan sendirinya.

Namun jika suara grok-grok disertai dengan gejala demam, penurunan berat badan bayi yang signifikan, dan bayi rewel, kamu harus memeriksakan ke dokter.

Berikut ini hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi suara grok-grok pada bayi.

1. Menjemur di Pagi Hari

Banyak manfaat dari menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi. Selain untuk memperkuat tulang, juga bisa meredakan suara grok-grok tadi.

Sinar matahari yang hangat bisa mencairkan lendir sehingga bisa lebih mudah untuk lendir keluar sendiri. Hal ini bisa mengurangi suara grok-grok saat bayi bernapas.

Baca juga: Warna Pup Bayi dan Deteksi Kesehatannya

2. Humidifier

Mesin untuk melembapkan udara atau humidifier ini bisa kamu gunakan di dalam kamar tidur bayi. dengan mesin ini, udara di dalam kamar akan lebih hangat dan lembap sehingga membuat pernapasan bayi lebih lancar dan juga mencegah lendir menumpuk dan mengeras di dalam salura pernafasan.

3. Posisi Kepala Lebih Tinggi

Kamu juga bisa mencoba meletakkan bayi saat tertidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi dari badannya. Hal ini bertujuan agar saluran pernafasan bayi tidak semakin mampat.

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono