When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

Kekerasan Seksual di Tempat Kerja, Ini Cara Mengatasinya

author
Isna Triyono
Selasa, 3 Desember 2019 | 13:16 WIB
|

Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Yang perlu kamu ketahui adalah bagaimana cara mengatasinya.

Bunga, bukan nama sebenarnya, sudah lama merasa risih dengan gaya becanda atasannya. Selain sering menceritakan soal hal tak senonoh, si bos juga suka menanyakan hubungannya dengan sang pacar namun dengan kata-kata vulgar.

Seperti ‘Kamu kalau nonton di bioskop, pacar kamu suka kemana-mana enggak tangannya?’ Atau ‘Kamu sudah pacaran 2 tahun, sudah ngapain aja tuh?’

Selain sudah terlalu jauh mencampuri masalah pribadinya, Bunga juga risih mendapat pertanyaan bernada merendahkan seperti itu.

Pelecehan seksual memang bisa terjadi secara verbal dan non verbal. Mulai dari candaan atau komentar berbau seksual hingga tindakan fisik seperti melihat dengan tatapan napsu ke bagian tubuh perempuan atau pura-pura tidak sengaja menyenggol bagian intim.

Baca juga: Melihat Aksi Pelecehan Seksual? Ini yang Bisa Kita Lakukan

Jika kamu mengalami pelecehan seksual, verbal ataupun nonverbal, sebaiknya beranikan diri untuk mengatakan bahwa kamu keberatan dan tidak nyaman dengan hal itu.

Karena jika dibiarkan, pelaku pelecehan seksual akan semakin berani dan sering melancarkan aksinya. Lama-kelamaan tentu akan membawa dampak negatif bagi korban, baik fisik mmaupun psikis.

Cara Mengatasi Pelecehan Seksual di Kantor?

1. Berani Katakan ‘Stop’

Ini adalah cara pertama yang harus kamu lakukan. Kamu harus berani mengutarakan perasaan tidak terima diperlakukan seperti itu. Misalnya, “Stop, saya tidak suka kamu bicara seperti itu kepada saya’ atau “Stop, saya tidak nyaman dengan sikap kamu.”

Berani mengutarakan ketidaksukaanmu bisa membuat pelaku pelecehan seksual akan berpikir ulang untuk melakukannya lagi.

2. Catat Kejadiannya

Catat kejadian pelecehan seksual yang kamu alami. Catat dengan detail mulai dari waktu, lokasi, perlakukan yang kamu terima, hingga nama saksi yang ada di tempat kejadian.

Catatan ini berguna sebagai bukti untuk melaporkan pelaku pelecehan seksual jika aksinya itu masih terus dilakukan.

3. Laporkan ke Perusahaan

Kamu bisa melaporkan kejadian pelecehan seksual yang kamu terima ke pihak perusahaan, misalnya lewat HRD.

Selain melaporkan secara langsung, kamu juga harus menyertakan laporan fisik berupa surat formal yang berisi detail kejadian. Dan jangan lupa untuk menyimpan salinan laporan fisik tadi.

Sangat penting untuk menanyakan pada pihak HRD untuk kelanjutan laporan pelecehan seksual yang kamu buat. Bila perlu, update secara berkala soal langkah apa yang perusahaan sudah lakukan terhadap pelaku.

Baca juga: Kampanye 16 Hari Hapus Kekerasan Terhadap Perempuan

4. Laporkan Secara Pidana

Jika pihak perusahaan tak memberikan langkah konkret untuk menghukum pelaku dan membuatnya jera melakukan pelecehan seksual, kamu sebaiknya mulai memikirkan untuk melaporkan secara pidana ke pihak berwajib.

5. Jangan Pernah Takut

Saat kamu melaporkan mengalami tindakan pelecehan seksual, tentu akan ada beberapa pihak yang tak mendukung kamu. Misalnya menyebut kamu lebay, enggak asyik diajak becanda, atau malah menganggap kamu hanya cari perhatian.

Jangan pernah mentolerir tindakan pelecehan seksual, sekecil apapun. Jangan pernah takut untuk melindungi diri kamu sendiri dan jangan dengarkan komentar negatif karena pelecehan seksual harus dilawan.

6. Saling Mendukung

Jika teman kamu yang menjadi korban pelecehan seksual, ini saatnya untuk perempuan saling mendukung. Kamu bisa mendukungnya dengan cara menemani si korban melaporkan kejadian ini pada pihak perusahaan atau bersama-sama menegur pelaku dengan cara tegas.

 

 

 

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono