You have a lifetime to work, but children are only young once.
Polish Proverb

Ketahui 5 Fase Perubahan Bentuk Payudara

author
Ratih Sukma Pertiwi
Rabu, 1 April 2020 | 19:00 WIB
Bentuk dan ukuran payudara berubah mengikuti siklus kehidupan perempuan. | SHUTTERSTOCK

 

Setelah menyusui payudara bisa kendur, benarkah demikian? Faktanya, mengikuti siklus kehidupan seorang perempuan, payudara memang akan mengalami perubahan bentuk mulai dari masa puber hingga menopause.

Setiap perempuan memiliki bentuk dan ukuran payudara yang berbeda-beda karena dipengaruhi perubahan hormon sejak masa pubertas hingga menopause, serta jumlah jaringan lemak pada otot dada.

Payudara tersusun dari jaringan lemak, jaringan ikat, pembuluh darah, dan kelenjar susu yang berfungsi menghasilkan ASI. Seiring dengan berjalannya siklus kehidupan seorang perempuan, payudara pun mengalami perubahan bentuk dan ukuran dalam setiap fasenya.

1.Fase Awal Pubertas

Terjadi lonjakan hormon estrogen yang merangsang kelenjar susu sehingga membuat payudara mulai tumbuh dan berkembang.

Masa pubertas perempuan juga salah satunya ditandai dengan datangnya menstruasi. Nah, payudara pun mengalami perubahan bentuk pada periode menstruasi.

Menjelang menstruasi, produksi hormon estrogen dan progesteron yang memicu perkembangan jaringan di dalam payudara meningkat. Nggak heran sebelum menstruasi kamu bakal merasa payudara membengkak dan lebih padat.

 

Baca juga: Cara Deteksi Dini Kanker Payudara Sesuai Usia

 

2.Fase Dewasa

Terjadi di awal usia 20-an sebelum masa kehamilan dan menyusui. Faktor genetik berpengaruh besar dalam perkembangan kepadatan dan ukuran payudara.

Namun faktor eksternal, seperti pemakaian bra yang tepat, asupan bergizi, dan aktivitas fisik juga bisa memengaruhi bentuk payudara.

Payudara pada fase dewasa akan lebih padat berisi dan area di sekitar putingnya menggelap sesuai warna kulit. Tetapi karena terdiri dari jaringan lemak, maka bentuk dan ukuran payudara juga dipengaruhi oleh naik turunnya berat badan.

Perubahan tubuh yang ekstrem, contohnya dari sangat gemuk menjadi kurus, bisa jadi memunculkan stretchmark pada permukaan kulit payudara. Stretchmark adalah garis-garis putih atau kecokelatan dan sedikit menonjol di kulit.

 

Baca juga: Kenapa Bentuk dan Ukuran Payudara Asimetris?

 

3.Fase Hamil

Perubahan hormon selama kehamilan, termasuk hormon prolaktin, menyebabkan perubahan bentuk payudara sebagai persiapan masa menyusui.

Kelenjar susu akan berkembang dan payudara cenderung membesar yang terkadang menimbulkan rasa nyeri dan bengkak. Puting payudara akan mengeras dan area di sekitarnya (areola) menggelap.

Untuk mengurangi rasa kurang nyaman, kompres payudara menggunakan air hangat. Pijat payudara untuk mengurangi bengkak dan menstimulasi kelenjar susu juga bisa dilakukan pada trimester kedua.

 

Baca juga: Mengurangi Nyeri Payudara Saat Hamil

 

4.Fase Menyusui

Hormon prolaktin yang membantu produksi ASI semakin meningkat. Payudara lebih besar, padat, serta mengencang terutama ketika produksi ASI penuh. Puting semakin menggelap dan areola melebar.

Biasanya setelah menyusui kepadatan payudara berkurang dan payudara akan tampak mengendur. Usahakan menyusui dengan seimbang pada payudara kanan dan kiri agar bentuknya tidak besar sebelah. Gunakan juga bra menyusui yang nyaman dan tepat untuk menyokong payudara.

 

Baca juga: Merawat Payudara di Masa Menyusui

| SHUTTERSTOCK

5.Fase Menopause

Produksi hormon pada fase menopause semakin berkurang. Tejadi pengecilan payudara (atrofi) yang biasanya terjadi pada usia 40-50 tahun. Kulit payudara juga terlihat menyusut dan kendur karena jaringan payudara semakin tidak elastis.

Masalah yang terjadi biasanya adalah payudara semakin mengendur, muncul stretch marks, dan jarak antar payudara semakin lebar. Rawat payudara dengan rutin mengoles pelembap serta melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan sehat dan rutin berolahraga.

 

Meski perubahan payudara dalam setiap fase kehidupan perempuan adalah hal yang alami terjadi, perawatan kecantikan dan kesehatan payudara tidak boleh diabaikan.

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi