When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

Jangan Terpancing Emosi, Ini 5 Rambu Bertengkar Sehat

author
Ratih Sukma Pertiwi
Minggu, 12 April 2020 | 12:00 WIB
Bertengkar dengan pasangan ada rambunya, lho. | SHUTTERSTOCK

 

Semulus apapun sebuah hubungan, rasanya tidak mungkin tanpa satu pun pertengkaran. Malah ada ungkapan, sesekali bertengkar bikin hubungan sehat dan semakin kuat. Namun bagaimana, ya, aturannya agar bertengkar tetap sehat?

 

1.Ingat Tujuan

Pasangan harus sama-sama mengingat dan menyadari bahwa pertengkaran sehat bertujuan menyelesaikan masalah secara baik-baik.

 

2.Cari Akar Masalah

Fokuslah mencari akan permasalahannya dan bagaimana menyelesaikannya dengan baik, bukan saling menyalahkan.

 

Baca juga:  8 Tanda Dia Tak Cocok Jadi Pasangan Hidup Kamu

 

3.Komunikasi Terbuka

Gaya komunikasi setiap orang berbeda-beda, begitu pula pasangan. Belum tentu ia mengerti apa permasalahan kita jika kita tidak mengkomunikasikan masalah tersebut dengan jelas dan terbuka. 

 

Baca juga: 7 Tantangan Yang Dihadapi Pasangan Milenial

 

Hindari intonasi suara tinggi saat bertengkar dengan pasangan. | SHUTTERSTOCK

 

4.Jangan Ungkit Masa Lalu

Nah, biasanya kalau sudah mulai mengungkit-ungkit masa lalu emosi jadi terpancing. Cobalah fokus menyelesaikan masalah yang ada di depan mata dulu.

 

Baca juga: 4 Cara Bertengkar Yang Konstruktif

 

5.Cari Bantuan

Jika dua pihak sudah mentok, tidak ada salahnya mencari bantuan orang lain. Bisa keluarga terdekat yang dipercaya, sahabat, atau pakar konseling keluarga.

 

 

Sekali lagi cobalah diingat, saat Ayah dan Bunda mulai terpancing emosi, segeralah fokus dan ingat tujuan bertengkar sehat adalah mencari solusi terbaik bagi pasangan, bukan mengakhiri hubungan.

 

 

 

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi