The age of a woman doesn’t mean a thing. The best tunes are played on the oldest fiddles.
Ralph Waldo Emerson

Anak Bisa Mengalami Kebotakan?

author
Ratih Sukma Pertiwi
Kamis, 4 Juni 2020 | 16:23 WIB
| SHUTTERSTOCK

 

Saat menyisir rambut rambut anak, tiba-tiba terlihat area botak. Apakah anak memang bisa mengalami kebotakan? Apa penyebabnya?

Kebotakan ternyata bisa terjadi pada anak. Bahkan bisa terjadi sejak usianya bayi , meski kasusnya jarang terjadi, hingga anak duduk di usia sekolah.

Ada beberapa penyebab kebotakan pada anak. Yuk, ketahui satu persatu, Bunda.

 

1.Alopecia Areata

Gangguan kekebalan tubuh anak yang menyerang folikel rambut. Ini membuat rambut lambat tumbuh dan muncul bercak-bercak botak pada kulit kepala. Awalnya rambut di sekeliling area yang botak akan menipis dan berubah warna, lalu area botak bisa melebar.

Alopecia areata tidak menular dan bisa terjadi karena faktor genetik, virus, maupun penyakit autoimun. Jika bagian botak tidak terlalu banyak biasanya rambut akan kembali tumbuh meski lambat. Namun jika bagian botak cukup besar sebaiknya periksakan pada dokter.

 

2.Kadas

Tinea Capitis atau kadas merupakan infeksi jamur pada kulit kepala anak. Ciri-cirinya, pada kulit kepala muncul botak yang berbentuk bulat sebesar koin dan bersisik.

Hati-hati, kadas di kulit kepala bisa menular sehingga hindari berbagi barang pribadi anak, seperti bantal, topi, handuk, jepit rambut, sisir. Dokter biasanya akan memberi obat oral antijamur.

Jaga kebersihan kulit kepala anak dengan produk yang tepat dan hindari bersentuhan dengan hewan karena hewan yang terinfeksi jamur ini bisa menularkan pada anak.

 

Baca juga: Rambut Bayi Rontok, Wajarkah?

 

3.Demam Tinggi

Pertumbuhan rambut terganggu karena terjadinya demam tinggi, pembedahan berat, cedera berat, penggunaan obat tertentu, atau kondisi stres. Gangguan ini disebut telogen effluvium.

 

4.Malnutrisi

Kekurangan nutrisi tertentu bisa menyebabkan rambut anak rontok dan mengalami kebotakan. Penuhi kebutuhan makronutrisi dan mikronutrisi anak, terutama protein, asam lemak omega 3, vitamin dan mineral yang mendukung pertumbuhan rambut, seperti zinc, zat besi, kalsium, magnesium, vitamin D, vitamin B.

 

Baca juga: Pentingnya Nutrisi dan Stimulasi Bagi Tumbuh Kembang Anak

 

5.Kebiasaan Menarik Rambut

Anak hobi menarik-narik rambut atau memuntir-muntirnya? Hati-hati jika menjadi kebiasaan bisa memicu kebotakan pada area tertentu. Kebiasaan yang disebut trichotillomania ini dipicu oleh rasa cemas anak, misalnya ketika ia dalam kondisi takut atau dimarahi.

| SHUTTERSTOCK

 

6.Hipotiroid

Kebotakan pada anak juga bisa disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang kurang untuk mengatur metabolisme (hipotiroid). Kondisi ini harus diketahui secara pasti lewat pemeriksaan darah.

 

7.Mengikat Terlalu Kencang

Kebiasaan mengikat atau menguncir rambut terlalu kencang juga bisa menyebabkan rambut rontok dan muncul kebotakan. Jadi sebisa mungkin hindari terlalu sering dan terlalu kencang mengikat rambut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi