Too much love never spoils children. Children become spoiled when we substitute presents for presence.
Anthony Withman

Manfaat ASI Luar Biasa! Dari Cegah Alergi Hingga Covid-19

author
Ruth Sinambela
Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:00 WIB
| Shutterstock

Tanggal 1-7 Agustus ditetapkan sebagai Pekan ASI Sedunia oleh WHO dan UNICEF. Tujuannya untuk mengingatkan dan mendukung setiap Ibu di manapun, bahwa ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi.

ASI atau Air Susu Ibu idealnya diberikan selama 6 bulan secara eksklusif dan kemudian dilanjutkan bersama dengan MPASI hingga bayi berusia 2 tahun. Tentu saja ini keputusan mutlak ibu dan tidak perlu dilakukan dengan paksaan. Namun, bahkan saat ini banyak ibu yang memilih untuk melanjutkan pemberian ASI pada anaknya yang sudah berusia 2 tahun lebih. Hal ini dikarenakan situasi pandemi menuntut ibu memastikan kesehatan anak-anaknya terjaga dengan baik, dan ASI telah lama diketahui mampu meningkatkan imunitas tubuh.

 

Manfaat ASI

ASI mengandung antibodi penting yang dapat melindungi si Kecil dari infeksi virus dan bakteri yang bisa menyerang di masa awal kehidupan. Bayi yang mendapat ASI saat lahir, memiliki risiko yang lebih rendah untuk terserang penyakit dibanding yang tidak mendapat ASI. ASI pertama yang diterima oleh bayi adalah kolostrum atau yang disebut juga sebagai cairan emas. Disebut demikian karena sangat berharga dan mampu memperkuat daya tahan tubuh bayi dalam melawan infeksi.

Nah, ini dia Bun, manfaat ASI yang perlu diketahui untuk membuat Bunda makin semangat menyusui si kecil.

Memperkuat antibodi

Seperti yang sudah dijelaskan sekilas di atas, ASI pertama atau kolostrum mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Karena kolostrum menyediakan jumlah imunoglobulin A (IgA) dan antibodi lainnya yang tinggi. IgA melindungi bayi dari penyakit dan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi.

Baca juga: Komposisi ASI Eksklusif Turunkan Risiko Alergi Pada Bayi? Ini Faktanya!

 

| Shutterstock

Mengurangi risiko penyakit tertentu

Melansir dari halaman Doktersehat, berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat diminimalisir risikonya terjadi pada bayi yang mendapat ASI eksklusif:

  • Infeksi telinga tengah: Pemberian ASI eksklusif selama 3 bulan atau lebih dapat mengurangi risiko hingga 50%, sementara pemberian ASI sementara dapat mengurangi risiko sebesar 23%
  • Infeksi saluran pernapasan: Menyusui eksklusif selama lebih dari 4 bulan mengurangi risiko rawat inap untuk infeksi jenis ini hingga 72%
  • Pilek dan infeksi: Bayi yang disusui secara eksklusif selama 6 bulan mungkin memiliki risiko hingga 63% lebih rendah terkena pilek dan infeksi tenggorokan yang serius
  • Infeksi usus: Manfaat ASI yang bisa didapatkan adalah penurunan sebesar 64% kasus infeksi usu
  • Kerusakan jaringan usus: Memberikan ASI pada bayi prematur dikaitkan dengan penurunan sekitar 60% dalam insiden necrotizing enterocolitis
  • Penyakit celiac: Bayi yang mendapatkan ASI memiliki risiko 52% lebih rendah terkena penyakit ini
  • Penyakit radang usus: Manfaat ASI bagi bayi membuatnya 30% lebih kecil untuk terserang penyakit radang usus pada masa anak-anak
  • Diabetes: Menyusui selama minimal 3 bulan dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 1 (hingga 30%) dan diabetes tipe 2 (hingga 40%) pada anak
  • Leukemia: Menyusui selama 6 bulan atau lebih dikaitkan dengan penurunan 15-20% risiko leukemia pada anak

 

Baca juga: Manfaat ASI Untuk Bayi Prematur dan Cara Pemberian yang Tepat

 

| Shutterstock

ASI mampu cegah bahkan mengobati penyakit COVID-19

Hal ini tentu saja bukan isapan jempol belaka, Bun. Luarbiasa bukan, kekuatan ASI? Di saat penyakit akibat virus Corona ini belum ada obatnya, ASI diyakini dapat mencegah bahkan mengobati penyakit tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti di Beijing, China, menguji efek ASI pada sel yang terpapar SARS-CoV-2, yaitu virus penyebab COVID-19 pada akhir September 2020 lalu. Studi tersebut telah mengumpulkan ASI sejak 2017, jauh sebelum terjadinya pandemi. ASI tersebut kemudian diuji coba pada jenis sel yang bervariasi, mulai dari sel ginjal hewan, sel paru-paru hingga usus anak muda. Hasilnya, sebagian besar strain virus yang hidup berhasil terbunuh oleh ASI. Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Tong Yigang dari Beijing University of Chemical Technology tersebut menemukan, ASI bisa memblokir replikasi virus setelah masuk ke dalam sel.

Penelitian ini mendukung studi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif meski didiagnosis positif COVID-19. Penelitian tersebut melibatkan 46 ibu menyusui yang terinfeksi COVID-19 tetapi bayinya tidak tertular.

 

Jadi, makin semangat untuk mengASIhi kan, Bun? Selamat melalui Pekan ASI Sedunia untuk semua Bunda hebat!

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi