When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

Vagina Terasa Sakit? Ini 10 Kemungkinan Penyebabnya, Bun

author
Ruth Sinambela
Kamis, 12 Januari 2023 | 15:00 WIB
Sangat penting bagi Bunda untuk mengetahui berbagai masalah kesehatan vagina | Shutterstock

Rasa sakit maupun nyeri di sekitar area organ intim wanita atau vagina bisa dirasakan siapa pun tanpa pandang usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, Bun. Saat itu terjadi, biasanya aktivitas pun akan terpengaruh dan terganggu. 

Khususnya pada orang dewasa, masalah yang dirasakan di sekitar area vagina akan membuat ketidaknyamanan saat duduk, berkendara, maupun saat melakukan aktivitas seksual. Karena itulah kondisi ini sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Apalagi kalau nyeri atau sakit di sekitar vagina diabaikan begitu saja.

Baca Juga: Bunda Harus Tahu, Makanan yang Baik Untuk Menjaga Kesehatan Vagina

Karena itulah penting untuk mengetahui berbagai kondisi medis yang bisa menyebabkan sakit pada vagina berikut ini, agar Bunda bisa mengenali gejalanya dan meminta bantuan ahli.

Herpes genital

Herpes genital ditandai dengan rasa nyeri hingga timbul lenting maupun luka, Bun. Meski termasuk kondisi medis yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, faktanya herpes genital bisa menular meski tanpa hubungan intim, lho.

Faktor lain yang dapat menyebabkan herpes genital yaitu seks oral dan kontak langsung dari kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi sehingga menyebabkan virus herpes menulari orang lain.

Infeksi jamur

Infeksi jamur biasanya menyebabkan vagina menjadi kering, gatal, dan nyeri, Bun. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan lebih berat bahkan bisa dirasakan dengan timbulnya bengkak pada vagina hingga rasa sakit yang dirasakan saat berhubungan intim atau saat buang air kecil.

Sebaiknya Bunda Tidak Menyembunyikan Rasa Sakit pada Vagina Akibat Vaginismus | Shutterstock

Luka dan iritasi

Apabila Bunda merasakan perih dan gatal, hingga vulva terlihat merah, bengkak, dan ada bagian kulit yang pecah, maka bisa jadi terdapat lecet atau luka yang menyebabkan iritasi di luar maupun di dalam vagina, Bun. Biasanya kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti berkeringat, menggunakan pembalut dan celana yang ketat, berhubungan seksual, hingga robek saat melahirkan.

Baca Juga: Hati-Hati, Olahraga Picu Masalah di Vagina

Vulvodynia

Vulvodynia dapat menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan di area vagina bahkan hingga menahun, Bun.  Biasanya rasa sakit akan terasa mengganggu saat Bunda melakukan pemicunya, seperti mengenakan pembalut saat menstruasi atau ketika berhubungan seks. 

Gejala yang biasa dirasakan adalah rasa nyeri, perih, panas, gatal, serta ngilu di area vagina. Tentu akan sangat mengganggu ya, Bun. Karena itulah kondisi ini sangat penting untuk diobati dengan tepat. 

Endometriosis

Menimbulkan rasa nyeri di vagina, hingga membuat panggul terasa sakit, merupakan gejala yang sering dirasakan oleh penderita endometriosis, Bun. Endometriosis sendiri dapat timbul akibat kondisi yang jarang terjadi, yaitu jaringan yang umum muncul di dinding rahim justru tumbuh di area lain dari panggul. 

Rasa nyeri akibat endometriosis biasanya timbul saat berhubungan seksual atau ketika menstruasi, selain itu kondisi ini dapat menyebabkan Bunda sulit hamil dan harus mendapatkan penanganan  medis yang cepat dan tepat dari ahlinya.

Kista bartholin

Apabila Bunda merasakan sakit di vagina serta menemukan munculnya benjolan di mulut vagina, maka kemungkinan besar itu merupakan kista bartholin. Meski tidak selalu menyebabkan nyeri, namun apabila benjolan berisi nanah ini tidak segera diobati, maka akan membuat aktivitas sehari-hari seperti berjalan, duduk, dan berhubungan seks menjadi tidak nyaman dan sakit, Bun.

Penting untuk mengetahui berbagai kondisi medis yang bisa menyebabkan sakit pada vagina | Shutterstock

Lichen sclerosus

Merupakan penyakit kulit kronis yang paling sering menyerang kulit di sekitar vulva dan anus, Bun.

Selain vagina Bunda akan terasa gatal dan nyeri, saat menderita penyakit ini sekitar area kulit yang terkena dapat timbul bercak warna putih yang tebal dan berkerut.

Baca Juga: Vaginismus Dapat Diobati, Apa dan Bagaimana?

Bahkan saat mengalami keparahan, vulva pun bisa kehilangan bentuk aslinya dengan menyusut. Bahkan bibir kemaluan bagian dalam atau labia minora dapat menghilang! Seram ya, Bun.

Masalah otot dasar panggul

Tahukan Bunda, kalau saat otot dasar panggul rusak dapat menyebabkan sakit pada daerah kewanitaan serta bagian tubuh lain seperti perut, punggung, dan area sekitarnya? Kondisi ini biasanya dapat terjadi akibat usia lanjut, kehamilan, cedera saat proses persalinan, atau episiotomi, yaitu prosedur medis untuk melebarkan jalan lahir, Bun.

Dispareunia

Yaitu kondisi dimana penyakit tertentu, infeksi, juga masalah fisik maupun psikologis, menyebabkan vagina terasa perih saat berhubungan intim maupun setelahnya.

Vaginismus

Vaginismus adalah kondisi dimana otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Pada penderita vaginismus, otot vagina akan berkontraksi sangat kuat saat ada sesuatu yang memasukinya, tidak hanya penis, namun bisa juga IUD, spekulum, atau kateter, Bun. Kondisi ini membuat perempuan dengan vaginismus akan merasa sangat kesakitan bahkan mengalami trauma ketika harus berhubungan intim.

Baca Juga: Hendak Mencoba Prosedur Vaginoplasty? Baca dulu Serba-serbinya Berikut Ini

Kabar baiknya, vaginismus dapat diobati, Bun! Karena penyebab vaginismus lebih sering terjadi karena trauma di masa lalu, maka pengobatan akan dilakukan dengan konseling, juga olahraga. 

Support system merupakan salah satu bagian terpenting dalam mengobat vaginismus. Karena membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengobatinya, maka pasangan yang berpikiran terbuka dan tulus memberi dukungan bagi Bunda akan sangat membantu proses kesembuhan.

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi