Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.
Winston Churchill

Jangan Sembarangan Sentuh Anak Kecil! Arkana, Anak Ridwan Kamil Alami Trauma

author
Ratih Sukma Pertiwi
Rabu, 22 November 2023 | 16:44 WIB
Hindari menyentuh anak orang lain tanpa seizin orang tua dan anak tersebut. | Shutterstock

Beberapa hari lalu mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memposting “curhatan” di akun Instagram pribadinya @ridwankamil. Kali ini tentang putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach yang baru berusia 3 tahun.

“IBU-IBU, anak kecil ini sekarang mengalami trauma kecil. Dia takut jika bertemu ibu-ibu, apalagi berombongan.

Karena kebanyakan ibu-ibu tidak bisa mengontrol tangannya untuk memeluk, menjawil, nyucek2 rambut, menepok, dan gestur fisik lainnya.

Mohon jangan selalu beranggapan bahwa anak kecil akan menyukai hal-hal tersebut, ya…”

Duh, turut prihatin untuk Arkana. Berkaca dari pengalaman tersebut, alangkah baiknya kita tidak menyentuh anak kecil tanpa seizin orang tua dan anak itu sendiri.

Meskipun saat menyentuh niatnya baik, misalnya karena anak tersebut terlihat menyenangkan dan menggemaskan, namun bisa jadi anak tersebut malah merasa takut dan tidak nyaman.

Baca juga: 4 Cara Sopan Melarang Tamu Mencium Bayi yang Baru Lahir

Memaksa menyentuh anak membuatnya sakit, tidak nyaman, bahkan trauma! | Shutterstock

Pahami Batasan

Belajar dari kejadian yang menimpa Arkana, yuk, Bun kita pahami batasan-batasan saat berinteraksi dengan anak-anak orang lain.

1.Hindari menyentuh anak orang tanpa seizin orang tua dan anak tersebut.

2.Hindari juga mencubit, menowel, menggendong, memeluk, bahkan mencium anak orang yang berisiko menyakiti anak tersebut.

3.Jika anak dan orang tua memberi izin, sentuh pelan dengan tangan yang bersih dan bukan pada area tubuh terlarang.

4.Jika tidak diizinkan menyentuh, cukup berikan pujian pada si anak.

Baca juga: Viral! Seorang Ibu Mengejar Pelaku yang Melakukan Pelecehan Seksual pada Putranya

Ajarkan anak untuk mengetahui mana sentuhan yang baik dan mana yang buruk. | Shutterstock

Ajarkan Konsen

Agar kejadian ini tidak menimpa anak-anak kita, apa yang sebaiknya Bunda lakukan?

1.Ajarkan anak tentang otoritas tubuhnya, yaitu bahwa anak memiliki kuasa penuh atas tubuhnya sendiri dan dapat menolak kontak fisik dari orang yang tidak ia inginkan.

2.Ajarkan anak tentang bagian-bagian tubuhnya yang tidak boleh disentuh orang lain, juga mengetahui mana sentuhan yang baik dan buruk.

3.Ajarkan anak menggunakan kata-kata yang benar tentang bagian-bagian tubuhnya, misalnya dada, penis, vagina.

4.Ajarkan anak untuk menolak secara sopan saat ia tidak mau disentuh orang lain.

5.Dampingi anak terutama saat bepergian ke lingkungan baru yang membuatnya kurang nyaman.

6.Peka terhadap tanda-tanda ketidaknyamanan yang diperlihatkan anak ketika bertemu dengan orang lain.

7.Berkomunikasi secara terbuka pada anak sehingga kejadian apa pun yang menimpanya mau ia ceritakan pada orang tua.

 

Referensi:

Instagram @ridwankamil

https://www.today.com/parents/parents-use-no-touching-signs-keep-strangers-babies-t139465

https://www.michiganmedicine.org/health-lab/7-ways-talk-your-child-about-good-and-bad-touch

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi