Try to be a rainbow in someone else’s cloud.
Maya Angelou

Nikita Willy Keguguran di Awal Kehamilan Kedua, Apa Penyebabnya?

author
Ratih Sukma Pertiwi
Kamis, 22 Februari 2024 | 15:24 WIB
Nikita Willy mengalami keguguran pada saat kehamilan keduanya memasuki usia tujuh minggu. | Instagram @nikitawillyofficial94

Dua hari lalu, Nikita Willy membagikan kabar duka via Instagram pribadinya. Dalam akun @nikitawillyofficial94, Nikita mengisahkan bahwa bulan lalu ia mengalami keguguran pada kehamilan keduanya yang berusia 7 minggu.

Nikita memberanikan diri mengunggah kisah sedihnya ini bukan untuk menuai simpati, namun terlebih untuk berbagi dan menyemangati para perempuan yang pernah mengalami keguguran, merasa sendirian bahkan mungkin menyalahkan diri sendiri.

“Teruntuk siapa pun yang mengalami kehilangan yang sama, aku berharap kalian tahu bahwa kalian tidak sendirian, dan aku berharap kalian memiliki support system yang hebat. Dan, kalian kuat!” tulis ibu dari Issa Xander Djokosoetono (1).

Nikita sendiri sangat bersyukur memiliki suami, Indra Priawan, yang selalu mendukungnya di saat bahagia maupun berduka. Bagi Nikita, Indra adalah pilar kekuatan yang selalu menopang dirinya ketika ia merasa bersalah dan hancur.

Indra bahkan menulis pesan menyentuh bagi sang istri. “Cheris Babe, you just earned massive deeds from Allah,” tulis Indra yang juga mengirimkan tulisan berisi hadist Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Majah bahwa janin yang gugur akan mambawa surga pada sang ibu.

Baca juga: 6 Jenis Keguguran yang Wajib Diwaspadai Bumil 

Sang suami memberikan dukungan dan perhatian penuh pada Nikita setelah mengalami keguguran. | Instagram @nikitawillyofficial94

Penyebab Keguguran di Awal Kehamilan

Keguguran merupakan kondisi berhentinya kehamilan secara spontan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Penyebab seorang ibu hamil mengalami keguguran bisa sangat beragam.

Dari video unggahan Nikita, dokter kandungannya mengatakan bahwa keguguran merupakan salah satu cara tubuh Nikita untuk menghilangkan kehamilan abnormal yang tidak akan bertahan sampai usia cukup bulan. Sehingga (setelah keguguran tersebut) tubuh Nikita akan bisa hamil kembali dengan bayi yang sehat.  

Baca juga: Keguguran Berulang, Ini yang Perlu Kamu Ketahui 

Selain itu, apa saja penyebab lain seorang ibu hamil bisa mengalami keguguran pada awal kehamilan?

1.Kelainan Genetik

Mayoritas keguguran pada trimester pertama disebabkan adanya kelainan pada kromosom janin sehingga janin tidak dapat berkembang secara normal atau pun kehamilan kosong (blighted ovum).

Kelainan kromosom dapat disebabkan oleh faktor genetik, namun pada beberapa kasus tidak dapat dipastikan penyebabnya. Biasanya tubuh ibu hamil secara alamiah mendeteksi masalah kromosom pada janin sehingga janin akan gugur.

Kelainan genetik juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran berulang lebih dari 2 kali.

2.Gangguan Plasenta

Plasenta berperan menyalurkan nutrisi pada janin selama di dalam kandungan. Jika terdapat masalah pada plasenta, maka janin akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, yang dapat memicu keguguran.

Melalui videonya, Nikita memberikan dukungan dan semangat kepada para perempuan yang pernah mengalam | Instagram @nikitawillyofficial94

3.Kesehatan Ibu Hamil

-Ibu hamil memiliki riwayat penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, ginjal dan jantung sebagainya.

-Ibu hamil memiliki riwayat penyakit autoimun seperti lupus.

-Ibu hamil menderita penyakit infeksi, seperti toksoplasma, rubella, sifilis, HIV, dan sebagainya.

-Ibu hamil menderita gangguan hormonal, seperti PCOS dan tiroid.

-Gaya hidup ibu yang kurang sehat, seperti konsumsi obat-obatan yang berbahaya bagi janin seperti isotretinoin, obesitas, malnutrisi berat, merokok, serta konsumsi alkohol.

Baca juga: Kata Dokter: Mitos Fakta Seputar Kehamilan dan Keguguran

4.Gangguan pada rahim

Dapat berupa kelainan bentuk rahim atau juga karena terdapat pertumbuhan sel-sel non kanker seperti fibroid.

5.Usia ibu saat hamil

Penelitian mengungkapkan bahwa risiko keguguran terjadi sebesar 12-15% pada ibu hamil berusia 20 tahunan, dan risiko meningkat menjadi 25% pada ibu hamil berusia 40 tahunan. Namun penyebab keguguran yang dikaitkan dengan usia ini juga berhubungan dengan kelainan kromosom pada janin.

6.Risiko dari pengobatan radiasi

 

Sumber:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298#:~:text=Most%20miscarriages%20happen%20because%20the,how%20people%20look%20and%20function.

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9688-miscarriage

 

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi