There is no such thing as a perfect parent. So just be a real one.
Sue Atkins

Cara Lindungi Anak di Dunia Maya Tanpa Perlu "Perang Dingin"

author
Samantha Luvian
Kamis, 19 Februari 2026 | 17:18 WIB
| Shutterstock

Momen Safer Internet Day (Hari Internet Aman Sedunia) tahun ini jadi pengingat penting kalau dunia digital remaja itu luas banget. Sebagai orang tua, wajar kalau kita merasa khawatir dengan tumpukan grup chat, tren yang cepat berubah, sampai munculnya berbagai aplikasi baru. Tapi tenang saja, sekarang kita bisa memastikan mereka tetap aman tanpa harus terlibat debat panjang soal screen time atau cek isi chat mereka satu-satu.

Kunci utamanya bukan di pengawasan ketat yang bikin anak merasa terkekang, tapi pada kombinasi antara komunikasi yang hangat dan pemanfaatan teknologi yang tepat. Dengan cara yang benar, kita bisa tetap tenang meskipun anak sedang asyik dengan hobinya di internet. Berikut adalah 5 tips mudah yang bisa langsung kamu terapkan:

1. Tetap Kepo dengan Dunia Mereka

Jangan ragu untuk menunjukkan rasa tertarik pada hobi atau komunitas yang anak kamu ikuti di media sosial. Meskipun mungkin kita tidak selalu paham dengan jokes atau konten kreator favorit mereka, tetapi mengajak mereka berdiskusi soal apa yang mereka sukai bisa membuat mereka merasa dihargai. Saat anak merasa orang tuanya "nyambung", mereka biasanya akan lebih terbuka untuk bercerita tentang aktivitas internetnya tanpa merasa sedang diinterogasi.

Baca juga: Anak-anak di Bawah 13 Tahun Sekarang Boleh Pakai Gemini AI, Asal....

2. Bangun Komunikasi Dua Arah yang Hangat

Membangun kepercayaan itu sama pentingnya dengan memasang fitur keamanan di aplikasi. Cobalah ajak mereka bicara dari hati ke hati, misalnya dengan bertanya santai: "Apa sih yang paling seru pas kamu lagi online?" atau "Gimana menurut kamu kalau ada orang asing tiba-tiba kirim pesan?". Diskusi jujur seperti ini membantu kamu dan anak memiliki ekspektasi yang sama, sehingga mereka tahu kapan harus lanjut dan kapan harus istirahat dari gadget.

3. Manfaatkan Fitur Perlindungan Otomatis

Sekarang, platform seperti Instagram dan Facebook sudah punya fitur Akun Remaja yang otomatis aktif untuk pengguna di bawah 18 tahun. Fitur ini secara mandiri bisa memblokir pesan dari orang asing, membatasi siapa yang bisa memberi tag, hingga menyaring konten yang tidak sesuai usia. Bahkan, gambar mencurigakan di DM pun otomatis di-blur, jadi anak-anak punya "pelindung" tambahan yang bekerja 24 jam meskipun tanpa kita awasi langsung.

Baca juga: Kebiasaan Belanja Kita sangat Dipengaruhi Instagram, Begini Trik agar Tidak Konsumtif!

4. Atur Screen Time yang Ideal

Hampir semua orang tua pasti pernah negosiasi soal waktu main HP, terutama saat malam hari. Kamu bisa memanfaatkan fitur bawaan yang memberi pengingat istirahat setiap 60 menit dan mengaktifkan Mode Tidur mulai jam 22.00 sampai 07.00. Fitur ini otomatis mematikan suara notifikasi agar istirahat mereka nggak terganggu. Kalau butuh yang lebih spesifik, kamu bisa pakai fitur pengawasan orang tua untuk memblokir akses saat jam makan atau jam belajar.

5. Jaga Komunikasi Tetap Terbuka dan Up-to-Date

Dunia digital itu berubah cepat, jadi obrolan saat mereka umur 13 tahun mungkin sudah tidak cukup lagi saat mereka masuk usia 16 tahun. Kita perlu terus belajar supaya diskusi di rumah tetap relevan dengan kebutuhan mereka yang semakin dewasa. Jika bingung mau mulai dari mana, kamu bisa intip Family Center Education Hub untuk cari referensi dari para ahli tentang cara mendidik anak di era digital ini.

Ingat ya, secanggih apa pun teknologinya, pengaruh paling kuat tetap ada pada kasih sayang dan komunikasi orang tua. Teruslah ajak mereka ngobrol dan jadilah orang pertama yang mereka datangi saat mereka merasa tidak nyaman di internet. Dengan fitur keamanan yang sudah ada dan dukungan dari kamu, mereka pasti bisa mengeksplorasi internet dengan jauh lebih aman dan bertanggung jawab.

Penulis Samantha Luvian
Editor Dewi Shinta N