Keep your face always toward the sunshine, and shadows will fall behind you
Walt Whitman

Jangan Kaget, Ini 10 Hal Wajib Tahu Saat Hamil Kembar

author
Isna Triyono
Jumat, 16 November 2018 | 08:00 WIB
SHUTTERSTOCK |

Hamil kembar merupakan anugerah yang berlipat bagi ibu dan keluarganya. Namun banyak juga yang gugup menghadapinya.

Nah, untuk mengurangi sedikit rasa khawatir, berikut ini 10 hal yang harus kamu ketahui ketika hamil kembar seperti yang dilansir dari webmd.com.

1. Butuh Ekstra Asam Folat

Wanita yang hamil kembar membutuhkan lebih banyak asam folat untuk membantu mengurangi risiko lahir cacat,” kata Manju Monga, MD, Direktur Divisi Kedokteran Kandungan di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas, Houston, AS.

Manju menyarankan ibu hamil anak kembar mengonsumsi 1 miligram asam folat per hari dan 0,4 miligram untuk kehamilan tunggal.

Baca juga: Insomnia Saat Hamil, Atasi Dengan 10 Cara Ini

2. Kontrol Ke Dokter Lebih Sering

Wanita hamil dengan janin kembar harus lebih sering mengunjungi dokter kandungan untuk dipantau kondisi dan perkembangan janinnya, daripada wanita hamil tunggal. USG yang dilakukan pun lebih sering.

“Karena kehamilan kembar, meningkatkan risiko keguguran yang lebih tinggi dua kali. Jika pada kehamilan tunggal, risiko kegugurannya satu dari 1000 kehamilan. Sementara untuk hamil kembar, risikonya satu dari 500 kehamilan,” kata Abdullah Al-Khan, MD, Direktur dan Kepala Divisi Kandungan dan Operasi di Hackensack University Medical Center, New jersey.

SHUTTERSTOCK |

3. Morning Sickness Bisa Lebih Buruk

Salah satu yang disebut sebagai penyebab mual di pagi hari adalah hormon chorionic gonadotropin (hormon yang diproduksi plasenta setelah terjadi pembuahan). Kadar hormon ini lebih tinggi pada ibu dengan kehamilan kembar sehingga mungkin akan mengalami morning sickness yang lebih parah. Namun biasanya morning sickness akan mereda pada usia 12-14 minggu kehamilan.

SHUTTERSTOCK |

4. Kemungkinan Keluar Flek Lebih Sering

“Ketika ibu hamil mengeluarkan flek di trimester pertama, bisa saja akan mengalami keguguran. Risiko keguguran menjadi lebih tinggi pada ibu hamil kembar jadi kita akan melihat lebih banyak flek di trimester pertama dengan frekuensi yang lebih tinggi pula,” kata Al-Khan.

Tapi, kata Al-Khan, keluar flek bukan berarti ibu hamil kembar harus panik. “Tidak perlu dikhawatirkan jika keluar flek tanpa kram perut yang kuat. Ibu hamil kembar harus segera ke dokter jika flek yang keluar berupa gumpalan dan secara terus-menerus,” kata Al-Khan.

5. Tidak Merasakan Tendangan Bayi Lebih Awal

"Umumnya ketika Anda hamil kembar, gerakan janin mulai terasa pada minggu ke-18 hingga ke-20. Hal yang sama terjadi pada kehamilan tunggal," kata Al-Khan. Ketika seorang wanita mulai merasakan gerakan janin sebenarnya tergantung pada apakah dia telah hamil sebelumnya.

"Jika telah hamil sebelumnya, Anda tahu bagaimana gerakan janin, tetapi jika Anda hamil untuk pertama kalinya, Anda sulit membedakan gerakan bayi atau aktivitas organ saluran cerna."

6. Pertambahan Berat Badan Lebih Tinggi

Hamil kembar artinya kamu membawa dua bayi, dua plasenta, dan cairan ketuban. Oleh karena itu, pertambahan berat badan pada wanita hamil kembar lebih tinggi dibanding dengan kehamilan tunggal. Namun tidak ada angka pasti berapa kenaikan berat badan yang ideal untuk ibu hamil kembar.

7. Risiko Diabetes Lebih Tinggi

"Risiko diabetes gestasional (diabetes yang terjadi saat kehamilan) lebih tinggi dialami pada kehamilan kembar," kata Monga. Risiko terbesar diabetes gestasional adalah karena memiliki bayi yang lebih besar dan membutuhkan kelahiran C-section. Namun karena pada umumnya bayi kembar tidak besar maka angka kasusnya sangat sedikit.

Baca juga: 6 Cara Sederhana Mendeteksi Kehamilan

8. Risiko Preeklampsia Lebih Tinggi

Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urin, dan kadang-kadang bengkak di kaki, kaki, dan tangan. Ini adalah pendahulu untuk eklampsia yang lebih serius, berpotensi fatal.

9. Persalinan Bisa Lebih Awal

Sebagian besar ibu hamil kembar melahirkan pada usia kandungan 36-37 minggu. Beberapa ibu bahkan melahirkan lebih cepat dari itu. “Umumnya, bayi kembar lahir setelah 34 minggu,” kata Al-Khan.

10. Bedah Caesar Lebih Sering Terjadi Pada Kehamilan Kembar

"Kemungkinan melahirkan dengan proses bedah cesar benar-benar sangat tinggi pada kehamilan kembar," kata Al-Khan.

 

Penulis Isna Triyono
Editor Ratih Sukma Pertiwi