The age of a woman doesn’t mean a thing. The best tunes are played on the oldest fiddles.
Ralph Waldo Emerson

Manusia Bisa Berkomunikasi dengan Hewan? Ini Faktanya

author
Isna Triyono
Senin, 29 April 2019 | 10:00 WIB
SHUTTERSTOCK |

Apakah manusia bisa berkomunikasi dengan hewan?

Pertanyaan menarik karena selama ini orang menganggap hubungan manusia dan hewan, terutama hewan peliharaannya bisa sangat dekat dan bisa mengerti satu sama lain dengan bahasa manusia.

Sebut saja anjing atau kucing yang dilatih sehingga mengerti kalimat perintah dari majikannya.

Tapi apakah itu artinya manusia dan hewan bisa saling berkomunikasi?

Berikut ini beberapa hewan yang dilatih berbicara dengan bahasa manusia.

Baca juga: Contact Lens, Awalnya Dibuat Dari Kaca yang Ditiup

1. Dirilis dari BBC, simpanse bernama Panzee yang dibesarkan oleh manusia dari usia 8 hari diajarkan menggunakan lambang-lambang yang disebut lexigram untuk berkomunikasi.

Hasilnya, Panzee memperlihatkan kemampuan memahami sekitar 130 kata Inggris.

2. Penelitian lain pernah melatih simpanse untuk berbicara dengan manusia selama 7 tahun.

Simpanse memang bisa mengeluarkan puluhan suara yang berbeda namun tidak bisa menggabungkan suara-suara tadi menjadi sebuah satu kesatuan yang disebut kata atau kalimat.

SHUTTERSTOCK |

3. Alex, burung nuri yang menjadi bahan eksperimen psikolog hewan Irene Pepperberg di Universitas Arizona bisa bebicara ratusan kata dan kosa kata.

Tapi Alex hanya menghafal dan mengikuti apa yang diajarkan. Alex tidak bisa berkomunikasi dua rah dengan manusia.

Baca juga: Perjalanan Kantong Plastik Perusak Bumi

4. Gajah India bernama Koshik di Yongin, Korea Selatan bisa mengeluarkan suara dalam Bahasa Korea dengan memasukkan belalainya ke dalam mulut.

Koshik bisa memproduksi 4 kata dalam bahasa Korea, annyeong (halo), anja (duduk), aniya (tidak), nuwo (berbaring) dan joa (bagus). Koshik dilatih hanya mengeluarkan suara tapi tidak bisa berkomunikasi dengan manusia.

SHUTTERSTOCK |

5. Masih banyak lagi penelitian soal hewan yang berkomunikasi dengan manusia. Tapi mereka hanya dilatih untuk menuruti perintah yang diulang secara terus-menerus.

6. Menurut ilmu antara psikologi dan linguistik, manusia berkomunikasi melibatkan akal, budi, naluri dan hati nurani.

Sementara hewan hanya bisa merespon menggunakan naluri untuk melakukan timbal balik dengan manusia.

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono