Everyone has inside of her a piece of good news. The good news is that you don’t know how great you can be, how much you can love, what you can accomplish, and what your potential is.
Anne Frank

4 Tips Agar Konsumen Memberikan Review Positif

author
Hasto Prianggoro
Sabtu, 4 Mei 2019 | 20:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

Kini eranya media sosial. Promosi sebuah produk atau jasa lebih efektif dilakukan melaui media sosial, salah satunya oleh konsumen sendiri.

 

Sebelum kemunculan media sosial, produsen atau brand harus melakukan berbagai upaya marketing dan promosi supaya dikenal pelanggan. Billboard berbagai produk akan dengan mudah terlihat di berbagai sudut kota, begitupun iklan di media cetak, dan sebagainya. Sekarang, postingan di media sosial mengenai sebuah produk atau merek bisa muncul dari siapa sajam tak hanya dari produsen tetapi juga dari konsumen.

Bagi produsen, ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, konsumen bisa dengan mudah memberi penilaian buruk berdasarkan pengalamannya dan langsung dibaca oleh netizen lainnya. Di sisi lain, seorang konsumen yang menyukai produk tersebut bisa menjadi agen marketing dan promosi yang baik.

Perusahaan atau produsen tentu tak bisa memaksa konsumen untuk memberikan review positif terhadap sebuah produk begitu saja. Dikutip dari inc-asean.com, 4 pendekatan di bawah ini bisa membantu produsen atau pengusaha untuk mendekati dan mendorong konsumen supaya mau memberikan review positif terhadap produk mereka di media sosial.

Baca juga: 6 Tips Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Muda

1. Pentingnya orisinalitas

Meski orisinalitias sebuah produk selalu menjadi hal penting bagi konsumen semua generasi, generasi milenial menjadikannya sebagai sebuah keharusan. Sembilan dari 10 konsumen milenial mengatakan mereka lebih suka sesuatu yang real dan organik ketimbang produk yang sekedar keren dan kelihatan sempurna. Studi tahun 2017 menunjukkan, 3 dari 10 konsumen milenial mengaku langsung meng-unfollow merek begitu mereka tahu produk tersebut tidak otentik.

Orisinalitas memang tak mudah didefinisikan, tetapi sebetulnya mudah diimplementasikan. Mahesh Chaddah, co-founder laman travel Reservations.com mengatakan, produsen harus transparan dalam hal komunikasi, memberikan tips-tips yang mudah diaplikasikan dan tidak melebih-lebihkan fakta.

2. Menggaet infuencer

Menurut platform marketing influencer SocialPubli.com, 93% perusahaan sekarang memakai influencer untuk mengenalkan produk mereka. Enam dari 10 di antaranya bahkan menaikkan budget untuk infuencer tahun ini.

Influencer akan menarik follower mereka untuk menyukai produk atau jasa yang mereka nilai positif. Peran para influencer ini sangat efektif di beberapa sektor usaha, produk kosmetik misalnya. Tetapi hati-hati, tidak semua produk atau jasa sesuai dengan profil influencer. Sebaiknya sesuaikan pemilihan influencer dengan produk atau jasa yang akan dipromosikan.

| SHUTTERSTOCK
3. Berikan pengalaman

Tigaperempat warga Amerika lebih mementingkan pengalaman ketimbang produk. Jadi, alih-alih memberikan give away bolpoin atau tumbler dan berharap konsumen akan menyukai produknya, lebih baik berikan pengalaman kepada konsumen. Hasilnya, konsumen tak hanya menyukai pengalaman yang mereka peroleh, tetapi juga akan langsung membagikannya di media sosial. Perusahaan jasa transportasi misalnya, bisa mengajak konsumen ikut mencoba rute perjalanan baru yang ditawarkan.

4. Insentif bagi konsumenSekuat apapun sebuah konten, tak akan berguna jika tidak terdengar atau terlihat. Beri konsumen “hadiah” kecil, misalnya mencoba produk, ikut tur, beri voucher perjalanan, dan sebagainya, supaya konsumen mau memberikan konten positif tentang produk atau jasa di media sosial.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro