Women, like men, should try to do the impossible. And when they fail, their failure should be a challenge to others.
Amelia Earhart

5 Tips Sukses Kerja di Perusahaan Start Up

author
Isna Triyono
Senin, 8 Juli 2019 | 18:00 WIB
SHUTTERSTOCK |

Bekerja di perusahaan start up kini menjadi tren tersendiri bagi kaum milenial.

Selain lebih kekinian, kerja di perusahaan starup juga menawarkan kelebihan yang cukup menggiurkan, mulai dari pakaian kerja yang santai, jam kerja fleksible, bisa remote pekerjaan dari rumah, suasana kantor yang santai, hingga fasilitas nge-gym atau makan dan minum gratis atau

Nah, supaya sukses bekerja di perusahaan startup, kamu bisa terapkan tips berikut ini.

1. Cepat Beradaptasi

Kamu harus cepat beradaptasi, baik soal kerjaan atau pergaulan di lingkungan kantor. Sifat cepat beradaptasi ini akan memudahkan kamu untuk mendapat penilaian lebih dari orang HRD dan juga rekan satu tim.

Baca juga: 5 Ciri Toxic Employee Wajib Hindar

2. Siap Mencoba Hal Baru

Bahkan jika itu di luar bidang pekerjaan, kamu harus siap mencoba hal baru. Pasalnya jumlah karyawan di perusahaan startup relative lebih sedikit, sehingga semua karyawan harus bisa mengerjakan tugas di luar bidang yang biasa dikerjakannya.

3. Inisiatif Tinggi

Tidak seperti di perusahaan besar yang semua alur kerja sudah berjalan sistematis. Di perusahaan startup kamu yang harus punya inisiatif tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika ada masalah, kamu juga harus inisiatif meminta bantuan dari teman-teman lainnya.

SHUTTERSTOCK |

4. Jangan Money Oriented

Saat bekerja di perusahaan startup, sebaiknya kedepankan soal pengalaman oriented, bukan money oriented. Saat bekerja di startup, kesempatan untuk mendapat pengalaman dan keahlian baru terbuka sangat lebar.

Jika money oriented, kamu kamu akan dibatasi oleh untung rugi secara materi, bukan kesempatan mendapat pengalaman.

Baca juga: Bertengkar Dengan Teman Kerja? Ini Cara Menyikapinya

5. Multitasking

Melakukan beberapa pekerjaan sekaligus terdengar menyebalkan ya? Tapi dengan belajar menjadi multitasking, kamu bukan hanya menunjukkan bahwa kamu mampu dan bisa dipercaya, tetapi juga melatih kemampuan diri kamu untuk pekerjaan yang berat.

Jika ke depannya kamu mendapat pekerjaan yang lebih berat, maka hal itu bukan lagi hal yang sulit untuk dijalani.

 

 

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono