What it’s like to be a parent: It’s one of the hardest things you’ll ever do but in exchange it teaches you the meaning of unconditional love.
Nicholas Sparks

Bayi Mudah Kaget? Berbahayakah?

author
Isna Triyono
Kamis, 19 Desember 2019 | 12:48 WIB
|

Kalau kamu perhatikan, bayi yang baru lahir kerap menunjukkan sikap seperti kaget.

Hal ini ditandai dengan gerakan mendadak dengan kedua tangan mengangkat ke atas, kemudian kembali lagi ke samping.

Bayi sering kaget, baik dalam keadaan terbangun ataupun sedang tidur.

Dikutip dari WebMD, bayi mudah kaget adalah hal yang wajar dan normal. Kondisi ini disebut refleks moro yang memang sudah ada sejak bayi baru dilahirkan.

Bayi yang suka kaget justru menunjukkan jika otot-otot refleksnya bekerja dengan baik.

Baca juga: 5 Cara Tingkatkan Berat Badan Bayi Prematur

Dokter biasanya melakukan tes refleks moro saat bayi baru lahir. Justru jika bayi tak menunjukkan gerakan seperti orang kaget dengan menggerakkan kedua tangan ke atas, itu sebagai tanda awal adanya masalah kesehatan.

Sementara jika bayi mengangkat hanya satu tangan, bisa jadi bayi mengalami cedera syaraf pada satu sisi tubuhnya.

Meski bayi gampang kaget adalah hal yang normal, namun banyak orangtua yang merasa khawatir. Refleks moro ini biasanya akan hilang dengan sendirinya saat bayi memasuki usia 5-6 bulan.

Namun kamu bisa mengatasi bayi gampang kaget dengan tips berikut ini.

1. Membedong Bayi

Saat dibedong, bayi cenderung merasa nyaman seperti ketika berada di dalam rahim. Hal itu membuatnya tidak mudah kaget jika mendengar suara keras atau mengalami gerakan mendadak dari sekitarnya.

Baca juga: Rambut Bayi Rontok, Wajarkah?

2. Gerakan Lembut

Saat menggendong bayi atau ketika meletakkan bayi yang tertidur ke atas kasur, sebaiknya dilakukan dengan gerakan lembut agar bayi tidak kaget. Kamu juga bisa menaruh bayi ke atas kasur sambil ikut berbaring hingga bayi tetap berada di dekapan.

3. Membuat White Noise

White noise atau suara halus bisa kamu berikan saat bayi kaget. Sambil ditepuk-tepuk lembut, kamu berikan suara halus seperti sst…stt…stt… Suara ini bisa membuat bayi kembali tenang.

Kamu harus waspadai jika bayi terus menunjukkan refleks moro ketika usianya mencapai 2 tahun. Sebaiknya, segera konsultasikan pada dokter.

Penulis Isna Triyono
Editor Isna Triyono