Some women choose to follow men, and some women choose to follow their dreams. If you’re wondering which way to go, remember that your career will never wake up and tell you that it doesn’t love you anymore.
Lady Gaga

Cegah ‘Momnesia’ Saat Hamil, Lakukan 6 Langkah Mudah Ini

author
Ratih Sukma Pertiwi
Senin, 1 Juni 2020 | 14:50 WIB
| SHUTTERSTOCK

 

Merasa lebih mudah lupa saat hamil? Hati-hati, mungkin Bunda terkena ‘momnesia’.

Proses kehamilan membuat sebagian bumil mengeluhkan beberapa gangguan kesehatan yang kerap terjadi. Mulai dari mual-mual, sakit pinggang, kaki bengkak, sering buang air kecil, hingga mudah lupa.

Nah, yang terakhir disebutkan ini bukan hanya mitos, lho, Bunda. Kondisi mudah lupa yang terjadi pada sebagian bumil disebut juga momnesia atau pregnancy brain. Biasanya momnesia terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Menyebalkan memang karena tiba-tiba Bunda bisa saja tidak ingat apakah sudah minum obat atau belum, jadwal konsultasi dokter, dimana menyimpan kacamata, jadwal les si Kakak, bahkan apa yang baru saja mau dilakukan pun Bunda tiba-tiba bisa lupa.

 

Baca juga: Agar Bayi Cerdas, Bumil Jangan Lupa Konsumsi 5 Nutrisi Ini

 

Apa penyebab ibu hamil mudah lupa?

1.Perubahan Otak

Sebagian ahli mengatakan hal ini berkaitan dengan terjadinya perubahan pada bagian otak yang memproses ingatan dan kemungkinan membuat kapasitas memori bumil menurun.

2.Hormon Kehamilan

Lonjakan hormon estrogen dan progesteron hingga 40 kali lipat selama kehamilan turut memengaruhi kinerja otak dan saraf yang mengendalikan empati, kecemasan, serta interaksi sosial.

Kecemasan yang meningkat dan pergeseran prioritas selama kehamilan akan membuat bumil mudah khawatir bahkan pada hal-hal kecil dan ini justru membuatnya menjadi pelupa.

3.Stres dan Kurang Tidur

Penelitian The Australian National University menemukan hubungan antara kurang istirahat, stres, dan depresi dengan menurunkan memori pada otak bumil.

4.Peranan Oksitosin

Hormon oksitosin merangsang rahim berkontraksi dan produksi ASI pada bumil. Namun selain itu juga berpengaruh pada saraf-saraf dalam otak.

5.Hiperemesis Gravidarum

Morning sickness parah (hiperemesis gravidarum) yang ditandai dengan mual muntah berlebih membuat tubuh bumil kelelahan dan kekurangan cairan. Ini membuat bumil sulit berkonsentrasi dan mengingat sesuatu.

 

Baca juga: Gampang Lupa? Konsumsi 5 Makanan Peningkat Daya Ingat Ini

 

Lalu apa yang bisa dilakukan bumil agar terhindar dari sindrom ‘momnesia’?

1.Cukup Istirahat

Tidur bisa meningkatkan ketajaman otak. Jadi sebaiknya penuhi waktu tidur yang berkualitas 8-9 jam sehari agar tubuh lebih fit dan daya ingat tetap terjaga.

2.Relaksasi

Cobalah untuk mengindari stres dengan melakukan relaksasi serta olahraga teratur yang aman untuk bumil, seperti senam, yoga, renang.

 

Baca juga: Gerakan Yoga Untuk Ibu Hamil yang Bisa Dilakukan di Rumah

 

3.Asah Otak

Tetap asah otak dengan membaca buku, mendengar musik, menonton film, berkomunikasi dengan keluarga, mengisi teka-teki, bermain games, atau mempelajari hal-hal baru lainnya.

4.Buat Check List Harian

Untuk mengantisipasi lupa melakukan hal-hal penting, buat catatan harian semua hal yang ingin dilakukan. Bisa juga menggunakan alarm di ponsel Bunda.

5.Simpan Teratur

Selalu simpan benda-benda, seperti ponsel, kacamata, dompet, kunci mobil di tempat tertentu dan beri label agar mempermudah pencarian.

 

Baca juga: 7 Nutrisi Otak Anak, Ternyata Ikan Kembung Lebih Baik Dari Salmon

Makanan nutrisi otak | SHUTTERSTOCK

 

6.Nutrisi Otak

Konsumsi makanan bergizi yang baik untuk nutrisi otak, salah satunya makanan yang kaya asam lemak omega 3 dan antioksidan, seperti salmon, makarel, tiram, kedelai, chia seed, telur, kacang-kacangan, daging merah, yoghurt.

 

 

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi