If you have never been hated by your child, you have never been a parent.
Bette Davis

Kisah Bunda Mona Ratuliu Menyusui Keponakan yang Ditinggal Ibu 2 Hari Setelah Dilahirkan

author
Ruth Sinambela
Jumat, 27 Agustus 2021 | 11:24 WIB
Mona Ratuliu | KANYA.ID

 

Hampir sebulan belakangan, Mona Ratuliu, selebritis Indonesia yang juga Ibu 4 anak, kelihatan mengunggah foto bersama seorang bayi baru lahir. Siapa sih bayi tersebut, Bun?

Bayi itu benama Balint dan merupakan keponakan dari Bunda Mona yang kini juga jadi Ibu Persusuannya juga. Ada kisah haru dibalik keputusan Bunda Mona menyusui keponakannya. Ternyata Balint dilahirkan oleh kakak ipar Bunda Mona – yang adalah istri dari kakak kandungnya, secara prematur. Persalinan lebih cepat dilakukan dari perkiraan hari lahir karena kondisi Ibu yang positif Covid-19 dan mengalami sesak napas.

Dua hari setelah melahirkan, Ibu dari Balint masih bertahan dalam kondisi kritis dan sempat meminta kepada dokter ingin melihat sang bayi seccara langsung. Namun, dari cerita yang ditulis oleh akun @eigersemi – yaitu akun IG pribadi dokter yang membantu proses kelahiran bayi Balint, Melati Arum Satiti, diketahui bahwa Ibu Balint tidak diperkenankan untuk melihat bayinya secara langsung karena kondisinya tidak memungkinkan, dan hanya mendapat pilihan untuk melihat melalui rekaman video saja.

Sayangnya, belum sempat melihat bayinya bahkan dari video, kondisi Ibu sangat menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

| Shutterstock

Keputusan menyusui keponakan

Dalam salah satu postingannya juga Bunda Mona sempat menuliskan bahwa hal pertama yang terpikirkan olehnya setelah mendengar kabar Ibu dari bayi Balint meninggal dunia adalah siapa yang akan menyusui Balint nantinya? Hal inilah yang membuat Bunda Mona memutuskan untuk sementara menyusui Balint, karena kebetulan dirinya saat ini juga masih menyusui Numa, putri keempatnya dari pernikahan dengan Indra Brasco.

Numa sendiri telah berusia 13 bulan sehingga Mona sebenarnya berharap Balint bisa mendapat donor ASI dari Ibu yang sedang menyusui bayi dengan usia sama seperti Balint. Karena seperti yang kita ketahui ya Bun, kalau kualitas ASI Ibu memang berubah-ubah sesuai usia bayi. Dan bayi yang memerlukan donor ASI memang sebaiknya mendapat dari Ibu yang menyusui anak seusia dengan bayi penerima donor, untuk mendapat kualitas dari ASI sesuai kebutuhan usia.

Namun, selama Balint belum mendapat donor ASI yang sesuai untuknya, Bunda Mona merasa tetap perlu menyusui Balint secara langsung (breastfeeding) untuk menstimulasi kemampuan menyusunya sekaligus memberi kasih sayang yang dibutuhkan dengan maksimal dari sentuhan kulit dan momen tatap mata. Balint memang tidak bisa merasakannya langsung dari Ibu kandungnya, tapi Bunda Mona bisa dibilang telah mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Salut deh untuk Bunda Mona!

Baca juga: 5 Langkah Sukses dan Nyaman Melakukan Tandem Nursing

Menjaga perasaan Numa, putri bungsu yang masih menyusui juga

Oh ya, dalam postingan IG-nya, Bunda Mona juga banyak berbagi kisah lucu tentang bagaimana serunya menyusui dua bayi sekaligus. Dimana Numa, putri bungsu Bunda Mona juga terkadang akan menarik Bundanya jika kelihatan sedang menggendong atau menyusui Balint. Menurut Bunda Mona, Numa senang dengan keberadaan Balint, tapi tetap saja, namanya baru 13 bulan ya Bun, pasti maunya dekat Bunda terus deh.

Dalam hal ini, Bunda Mona juga berbagi tips bagi Ibu-ibu yang mengalami kondisi mirip dengannya, supaya tidak ada rasa jealous diantara anak yang lahir dalam kurun waktu berdekatan. Tipsnya adalah sesederhana “nge-brief” semua orang di dalam rumah untuk tidak menggunakan kalimat atau gestur yang dapat jadi trigger rasa cemburu itu sendiri. Jadi. Kalimat semacam “tuh tuh liat tuh Bunda gendong dede” dan sejenisnya harus dihilangkan ya Bun, meski hanya bercanda. Setuju?

 

 

 

 

 

 

 

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi