Being a parent has made me more open, more connected to myself, more happy, and more creative. I’m more discerning in what I do and how I do it. It’s just made me a better person all the way around.
Alicia Keys

Apa Sih Makna “Break The Bias” Sebagai Tema International Women’s Day 2022?

author
Ruth Sinambela
Selasa, 8 Maret 2022 | 11:01 WIB
International Woman's Day 2022 Mengangkat Tema Break The Bias |

“Bayangkan dunia dengan kesetaraan gender. Dunia yang bebas dari bias, stereotip, dan diskriminasi. Dunia yang beragam, adil, dan inklusif. Dunia dimana perbedaan dihargai dan dirayakan. Bersama-sama kita bisa menempa kesetaraan perempuan. Bersama-sama kita semua bisa #BreakTheBias.” –International Women’s Day 2022

 

“Break The Bias” merupakan tema besar yang diusung oleh International Women’s Day (IWD) Community untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh tepat hari ini, 8 Maret 2022, Bun.

Tema  Break The Bias sendiri dinilai cocok dengan situasi sekarang ini, dimana sudah seharusnya dengan yakin perempuan dapat menyuarakan pendapat, mendapat ruang yang sama untuk mengembangkan diri dimanapun dan kapanpun. Tanpa merasa bias dengan ruang yang dimiliki, maupun orang-orang di sekelilingnya.

Namun apa sih sebenarnya makna "bias" yang diusung oleh IWD Community untuk merayakan International Women’s Day tahun ini, Bun? Ini dia penjelasannya.

Baca Juga: Kartika Siti Aminah, Menorehkan Sejarah Sebagai Pelatih Perempuan Pertama di IBL

Makna bias dalam kesetaraan gender

Bias dalam KBBI sebenarnya merujuk pada belokan arah dari garis tempuhan karena menembus benda bening yang lain, seperti cahaya yang menembus kaca, atau bayangan yang berada dalam air, Bun.

Sedangkan dalam konteks kesetaraan gender, bias dapat diartikan sebagai sebuah istilah yang merujuk pada bentuk perilaku seorang individu saat berhadapan dengan pilihan, atau lebih mudahnya, bias merupakan prasangka terhadap sebuah keputusan atau pilihan.

Dalam hal ini, bias sering menghantui kaum perempuan dalam setiap aktivitas maupun pilihan yang dilakukan. Dimana masyarakat masih cenderung mengelompokkan perempuan dengan “larangan atau aturan” tak kasat mata. Bahwa perempuan tak pantas begini, atau perempuan seharusnya begitu.

Baca Juga: Mengenal Carina Joe, Sosok Perempuan Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca

Selamat Hari Perempuan Internasional 2022 | Shutterstock

Menghilangkan bias dalam kesetaraan gender

Pernahkah Bunda merasa didikte, dikritik dengan tidak adil, atau mendapat komentar negatif dari orang-orang sekitar, mulai dari keputusan berkarir, berekspresi, hingga cara Bunda mengatur rumah tangga, atau mendidik si kecil? Hal-hal ini, dan masih banyak lagi contoh lainnya, termasuk dari bias itu sendiri, Bun.

Sebagai perempuan, tentu Bunda memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai manusia, sebagai individu. Namun sering kali, bias dalam kesetaraan gender menjadi alasan yang menghantui dan membatasi Bunda dalam mengoptimalkan diri sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang anak, seorang perempuan yang berkarir, dan lain sebagainya.

Tak dapat dipungkiri bahwa di berbagai belahan dunia, masih banyak bias yang terjadi pada kaum perempuan dalam banyak segi kehidupannya.

Baca Juga: Shalika Aurelia, Srikandi Indonesia yang Akan Main di Klub Roma Musim Mendatang

Di hari perempuan internasional ini, Kanya ingin ikut serta menyuarakan #BreakTheBias dan mengajak semua perempuan, khususnya semua Bunda untuk selalu percaya diri, menjadi individu yang positif dan yakin akan kemampuannya, bahwa apapun yang Bunda lakukan, lakukanlah dengan gemilang, tanpa takut didiskriminasi ataupun dibatasi.

Karena Bunda adalah perempuan hebat, yang telah berjuang dan memilih jalannya sendiri, dengan bangga dan yakin, sebagai perempuan terbaik untuk keluarga, karir, teman, dan tentu untuk diri sendiri. Selamat hari perempuan internasional 2022, Bunda. Teruslah bersinar!

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ruth Sinambela