To her, the name of father was another name for love.
Fanny Fern

Bahaya Mengintai, Yuk, Awasi Penggunaan Media Sosial pada Pra Remaja dan Remaja, Bun!

author
Ruth Sinambela
Jumat, 3 Juni 2022 | 11:33 WIB
Pentingnya membekali anak agar bijak dalam menggunakan smartphone khususnya dalam bermedia sosial | Shutterstock

Di zaman dengan teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini. Sangat penting bagi orang tua untuk membekali anak agar bijak dalam menggunakan smartphone khususnya dalam bermedia sosial, Bun.

Bukan tanpa alasan, media sosial kenyataannya sangat mudah digunakan oleh orang yang berniat jahat dalam melancarkan tipu muslihat bukan hanya pada orang dewasa, namun terlebih pada anak-anak dan remaja.

Seperti kisah seorang remaja perempuan berusia 16 tahun berinisial IK, yang tanpa berpikir panjang mengajak kedua adiknya, FS (9 tahun) dan RR (4 tahun), pergi meninggalkan rumah mereka dari Semarang ke Purworejo menggunakan ojek online, pada Senin (30/5/2022), Bun!

Baca Juga: Tips Aman Mengunggah Foto Si Kecil di Media Sosial

Berkenalan dengan seorang pria di facebook

Kaget bukan kepalang, SU, orang tua dari ketiga anak tersebut saat dihubungi oleh Dukuh (kepala dusun) Nglawang bernama Supandi, yang mengatakan bahwa ketiga anaknya tengah berada di rumahnya.

Dilansir dari Kompas.com, Supandi yang mendapatkan nomor telepon orang tua ketiga anak tersebut dari handphone yang dibawa IK, akhirnya menyerahkan ketiga anak yang ditemukan warganya tersebut ke Polisi Sektor Temon, untuk kemudian diserahkan ke orang tua yang menjemput mereka pada pukul 23.00 hari itu, dengan disaksikan oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang bertugas.

Mengontrol waktu penggunaan smartphone sesuai dengan usia anak, dan mengontrol pula apa saja yang sering kali dilihat atau dimainkan oleh si kecil di smartphone-nya, dengan seizin anak | Shutterstock

Diajak ke semak-semak

IK, yang merupakan anak paling besar sempat memberi keterangan kalau kenalan yang memintanya datang merupakan orang dewasa karena sudah beruban, Bun. Belum lagi, ia juga menceritakan bagaimana kenalannya tersebut sempat mengajaknya ke semak-semak, namun untungnya IK menolak hal itu, hingga akhirnya ditinggal begitu saja bersama kedua adiknya.

Sungguh miris membayangkan hal-hal buruk apa saja yang mungkin terjadi apabila IK beserta kedua adiknya jatuh ke tangan penjahat atau kriminal ya, Bun. Kejadian yang bukan hanya sekali, namun sudah berulang kali terjadi dan menimpa anak-anak di bawah umur ini, sudah sepatutnya menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan kepada anak-anak dalam bermedia sosial.

Media sosial untuk pra remaja dan remaja

Bermain media sosial (medsos) memang menjadi sebuah hal yang lumrah bahkan sudah wajib bagi anak-anak berusia pra remaja hingga remaja sekarang ini, Bun. Tak dapat dipungkiri, akan sangat sulit melarang atau membatasi penggunaan medsos apalagi ketika si kecil dinilai sudah cukup umur untuk memiliki smartphone-nya sendiri.

Baca Juga: Pandemi Membatasi Ruang Sosialisasi Anak, Bagaimana Menyikapinya?

Terlebih di kota-kota besar, bahkan anak yang masih berusia di bawah pra remaja pun sudah banyak yang menggunakan medsos untuk bersosialisasi terutama di kalangan teman-temannya lho, Bun. Lalu bagaimana caranya agar Bunda dapat selalu mengawasi dan mewaspadai si kecil agar terhindar dari kriminalitas maupun penipuan menggunakan media sosial? Berikut ini tips bermedia sosial yang aman untuk anak.

Menjadi contoh. Gunakanlah bahasa-bahasa yang baik dalam berkomunikasi di media sosial ya, Bun | Shutterstock

Tips aman menggunakan media sosial

  • Pastikan kalau si kecil sudah cukup umur dan cukup bertanggung jawab dalam berkata-kata, bersikap, dan bertindak.
  • Ikutlah membuat akun media sosial seperti yang dimiliki si kecil, dan bertemanlah dengannya. Apabila ia meminta Bunda untuk tidak berkomentar di media sosialnya, maka Bunda harus menghormati keinginannya tersebut.
  • Tetap melakukan kontrol. Mengontrol waktu penggunaan smartphone sesuai dengan usia anak, dan mengontrol pula apa saja yang sering kali dilihat atau dimainkan oleh si kecil di smartphone-nya, tentu dengan seizin anak ya, Bun.
  • Sekarang ini hampir semua tipe smartphone memiliki mode pengaman atau kids mode yang berguna untuk menyaring tontonan ataupun konten dewasa. Namun sebaiknya Bunda jangan terlalu bergantung dengan software maupun aplikasi sejenis itu ya, Bun. 
  • Sebaiknya Bunda tetap ikut mengawasi penggunaan ponsel dan membicarakan tontonan maupun konten yang baik, sesuai, dan boleh disaksikan anak, dengan cara membahas, mendiskusikan, atau membicarakannya secara 2 arah. Untuk memutuskan tontonan apa yang boleh dan tidak boleh disaksikan juga alasannya.
  • Menjadi contoh. Gunakanlah bahasa-bahasa yang baik dalam berkomunikasi di media sosial, Bun. Karena berteman dengan si kecil, maka Bunda tidak boleh asal berkomentar maupun memposting konten-konten yang kurang baik, apalagi dengan bahasa yang tidak sopan, karena tentu si kecil dapat melihat dan mencontoh hal tersebut.

Baca Juga: Hikikomori, Fenomena Anti Sosial yang Mulai Merambah Dunia

Ajak pula si kecil untuk lebih banyak beraktivitas di dunia nyata daripada hanya berdiam diri di depan layar smartphone ya, Bun. Selain itu, jadilah sahabat terbaiknya agar anak-anak pun nyaman untuk bertukar pikiran, menyampaikan pendapat, maupun menceritakan segala hal kepada Bunda maupun Ayah di rumah. Dengan begitu, ketika saatnya nanti si kecil tumbuh dewasa, Bunda dapat mempercayainya dan tidak perlu lagi mencemaskan keputusan-keputusan yang akan diambilnya.

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ruth Sinambela