There is no such thing as a perfect parent. So just be a real one.
Sue Atkins

Kurikulum Merdeka Mulai Diimplementasikan Tahun Ini, yuk, Ketahui Gambaran Besarnya!

author
Ruth Sinambela
Jumat, 1 Juli 2022 | 11:00 WIB
Kurikulum Merdeka akan mulai diberlakukan secara keseluruhan pada tahun 2024 | Pintek ID

Tahukah Bunda, kalau mulai tahun ajaran baru nanti, beberapa sekolah dari tingkat SD hingga SMA, akan menjadi penggerak dan mulai menggunakan kurikulum yang baru sesuai dengan arahan dari Mendikbudristek, Nadiem Makarim, yaitu Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka sendiri sebenarnya telah mulai disosialisasikan dan diimplementasikan oleh Kemendikbudristek sejak tahun 2021 di hampir 2500 sekolah yang mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) dan 901 SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) sebagai bagian dari pembelajaran yang menggunakan paradigma baru.

Baca Juga: Wisata Edukasi dari Museum ke Museum untuk Mengisi Libur Akhir Tahun Sekolah

Nantinya, diharapkan dengan digunakannya Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum baru yang menggantikan Kurikulum 2013 (K-13) yang sudah digunakan selama 9 tahun ini, Kurikulum Merdeka dapat menjadi opsi metode belajar mengajar yang lebih segar, dan mengutamakan minat juga bakat siswanya, Bun.

Selain itu, Kurikulum Merdeka yang baru akan diterapkan di semua sekolah pada tahun 2024 ini, diharapkan akan dapat membangkitkan minat belajar anak, juga kemampuan anak untuk mengejar ketertinggalan akibat learning crisis yang disebabkan oleh pandemi sejak tahun 2020.

Pengertian kurikulum merdeka

Bapak Nadiem Makarim, dalam keterangan tertulisnya di website Kemendikbudristek menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal, agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. 

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Proyek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Singkatnya, Bapak Nadiem berharap agar dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka ini, maka seluruh siswa dapat menikmati waktu belajarnya di sekolah, tanpa harus didesak untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak menjadi minatnya, Bun. Selain itu, diharapkan pula agar siswa memiliki banyak waktu dan dukungan untuk mendalami kemampuan, bakat, dan minatnya, sambil belajar di sekolah.

Baca Juga: 5 Sekolah Termahal di Indonesia, Harganya “Wow” Banget, Bun!

Sesuaikan sekolah dengan kebutuhan anak dan kemampuan finansial orang tua | Shutterstock

Perubahan dari kurikulum sebelumnya

Untuk mempermudah Bunda, berikut ini merupakan perubahan signifikan yang akan ditemukan di Kurikulum Merdeka, yang sudah Kanya rangkum dari berbagai sumber:

  • Jenjang SD
  1. Mata pelajaran IPA dan IPS digabung
  2. Pelajaran keterampilan masuk ke dalam mata pelajaran Seni
  • Jenjang SMP
  1. Informatika menjadi mata pelajaran wajib
  2. Mata pelajaran Prakarya dan mata pelajaran Seni menjadi satu pilihan bersama-sama
  • Jenjang SMA
  1. Tidak ada penjurusan IPA atau IPS
  2. Mata pelajaran UMUM untuk kelas 10
  3. Mata pelajaran PILIHAN untuk kelas 11 dan 12, yang akan dipilih sendiri oleh siswa dengan bimbingan guru BK, sesuai kemampuan, minat, dan bakatnya
  4. Diperbolehkan mengganti pilihan mata pelajaran di kelas 12, meskipun tidak disarankan

Selain itu, karena kini Ujian Nasional (UN) ditiadakan, maka kewenangan penilaian kelulusan siswa akan diserahkan sepenuhnya kepada guru atau pihak sekolah, dengan memerhatikan nilai-nilai yang dimaksudkan dalam Kurikulum Merdeka, Bun. Salah satunya yaitu dengan mengganti UN dengan tugas akhir karya ilmiah bagi seluruh siswa.

Kurikulum Merdeka akan mendukung minat dan bakat anak agar siswa dapat belajar dengan gembira | SHUTTERSTOCK

Peran serta orang tua

Bukan hanya peran pengajar dan siswa, namun dukungan dan upaya untuk mendampingi siswa di rumah oleh Bunda dan Ayah juga sama pentingnya dalam menyukseskan penerapan Kurikulum Merdeka ini. Dalam kesempatan yang sama, Bapak Menteri Nadiem juga menyampaikan hal ini.

Bahwa dukungan dari orang tua merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, secara konkret orang tua bisa menjadi teman dan pendamping belajar bagi anak. Memahami kompetensi yang perlu dicapai anak pada fasenya. 

Orang tua dapat pula mempelajari buku-buku teks yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka melalui buku.kemdikbud.go.id.

Dimana Kemendikbudristek terus berupaya untuk menghadirkan dan menyediakan buku-buku yang lebih asik, tidak terlalu padat, dan lebih banyak ilustrasi menarik dengan tema yang lebih menyentuh dan relevan.

Baca Juga: 6 Poin Penting Agar Si Kecil Sukses Belajar di Sekolah

Semoga ke depannya Kurikulum Merdeka bisa menjadi jalan terbaik bagi siswa, terutama buah hati Bunda dan Ayah untuk bisa lebih enjoy lagi dalam belajar, dan terutama dalam mengasah kemampuan, minat, dan bakatnya, ya. Tentunya demi menjadi calon-calon penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing global.

Selamat membersamai si kecil dalam belajar ya, Bun, semangat!

Sumber: kemdikbud.go.id, kampus.republika.co.id, gurubelajar.id, ruangguru.com

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi