Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.
Winston Churchill

Orang Tua Wajib Tahu! Dos and Don’ts saat Anak Mengalami Kejang

author
Ruth Sinambela
Jumat, 7 Juli 2023 | 10:09 WIB
Kejang pada anak bisa diakibatkan demam tinggi | Shutterstock

Kejang pada anak merupakan situasi yang menakutkan bagi orang tua. Panik dan bingung menjadi reaksi yang wajar dirasakan. 

Meski demikian, sangat penting untuk meyakinkan diri sendiri untuk berusaha tenang semaksimal mungkin. Maka saat mengalaminya, Bunda akan mampu melakukan beberapa langkah penting dalam penanganan kejang berikut ini!

Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Kenali Gejala dan Bahaya Rabies!

Dos:

  • Berusaha untuk tetap tenang. Ini akan membantu Bunda maupun Ayah dalam menghadapi situasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan lebih baik.
  • Posisikan tubuh anak agar tidur menyamping/miring.
  • Pastikan si kecil sudah berada di area yang aman dan bebas dari benda-benda keras atau tajam yang dapat melukainya selama kejang. 
  • Letakkan si kecil di permukaan yang lembut dan datar, seperti lantai atau tempat tidur.
  • Jika anak mengalami kejang yang membuat kepala dan leher terhentak-hentak, tempatkan bantal atau benda yang lembut seperti selimut atau handuk yang dilipat, di sekitar kepala untuk mencegah cedera.
  • Longgarkan pakaian anak, terutama di sekitar leher dan dada, untuk memastikan aliran udara yang cukup.
  • Catat waktu mulai dan berakhirnya kejang. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit atau berulang dalam waktu singkat, segera bawa si kecil ke UGD terdekat.
  • Temani si kecil selama kejang, panggil namanya dengan lembut, dan ucapkan kata-kata yang menenangkan.
  • Jika memungkinkan, rekam kejang saat berlangsung untuk ditunjukkan kepada dokter yang merawat si kecil.

Baca Juga: 7 Tips Mencegah Mata Minus pada Anak

Don'ts:

  • Jangan mencoba menahan gerakan anak saat mengalami kejang. Hal ini dapat menyebabkan cedera atau malah memperburuk kondisinya.
  • Jangan memberikan makanan atau minuman karena anak bisa tersedak dan mengalami kesulitan bernapas.
  • Jangan mencoba memberikan obat melalui mulut karena hal ini tidak efektif dan justru membahayakan.
  • Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut. Mitos yang mengatakan bahwa si kecil dapat menggigit lidahnya saat kejang adalah salah, Bun. Memasukkan benda ke dalam mulut justru akan menyebabkan cedera mulut atau gigi. 

Kejang dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti demam tinggi, gangguan epilepsi, cedera otak, atau masalah kesehatan lainnya. Dalam situasi ini, penting untuk mengetahui tindakan yang tepat untuk membantu anak dan mencegah terjadinya cedera lebih lanjut. 

Baca Juga: Penis Anak 9 Tahun Terbakar saat Sunat Laser, Kok Bisa?

Selain itu setelah kejang berakhir biasanya anak akan mengalami kebingungan atau malah tertidur karena kelelahan. Maka temani dan berilah waktu untuk si kecil beristirahat setelah kejang ya, Bun. Tak kalah penting, Bunda juga sebaiknya segera menjadwalkan kunjungan ke dokter untuk mengevaluasi penyebab kejang dan mendapatkan diagnosa lebih lanjut. Hal ini sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan yang tepat dan perlu diambil.

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi