If you have never been hated by your child, you have never been a parent.
Bette Davis

Gejala Kehamilan Ektopik yang Bisa Dirasakan Bumil

author
Ratih Sukma Pertiwi
Rabu, 15 November 2023 | 10:00 WIB
Kehamilan ektopik harus segera ditangani secara medis untuk menghindari komplikasi yang lebih berat. | Shutterstock

 

Kehamilan adalah tahap berharga dalam hidup seorang wanita, namun dalam beberapa kasus, kondisi medis tertentu seperti kehamilan ektopik dapat menghadirkan risiko dan tantangan serius. Mari kita memahami pengertian, penyebab, gejala, serta pendekatan penanganan yang tepat terhadap kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik, juga dikenal sebagai kehamilan di luar rahim, adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan berkembang di luar rahim, umumnya di dalam saluran tuba falopi. Sayangnya, kehamilan ektopik tidak dapat berlanjut ke tahap selanjutnya dan berpotensi membahayakan kesehatan ibu.

Apa Penyebab Kehamilan Ektopik?

Penyebab pasti kehamilan ektopik hingga kini masih belum sepenuhnya dipahami dan terus diteliti, Bun. Namun beberapa faktor berikut diyakini dapat meningkatkan risikonya:

Kerusakan atau penyumbatan pada saluran tuba falopi.

Infeksi pada saluran tuba atau organ reproduksi lainnya yang mempengaruhi pergerakan sel telur dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Pernah menjalani operasi pada tuba falopi, sehingga mempengaruhi anatomi dan berkontribusi pada kehamilan ektopik.

Baca juga: Bagaimana Cryptic Pregnancy atau Kehamilan Samar Dapat Terjadi?

Apa Gejala Kehamilan Ektopik?

Gejala kehamilan ektopik dapat bervariasi, Bun. Berikut ini beberapa gejala yang paling sering terlihat:

  • Nyeri abdominal, yaitu nyeri tajam atau kram di salah satu sisi perut bawah.
  • Pendarahan vagina yang tidak biasa, seperti bercak atau perdarahan yang lebih berat dari periode menstruasi.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di bahu, biasanya terjadi karena iritasi pada saraf di perut akibat pendarahan internal.
  • Gejala umum seperti pusing, mual, dan lemas.

Kerusakan atau penyumbatan pada saluran tuba falopi merupakan salah satu penyebab kehamilan ektopik. | Shutterstock

Baca juga: Serba-Serbi Hamil Kosong atau Blighted Ovum

Penanganan kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik memerlukan penanganan medis sesegera mungkin agar dapat menghindari komplikasi serius. Pilihan penanganan yang akan disarankan oleh dokter pun akan tergantung pada kondisi Bunda, ukuran kehamilan, serta lokasi sel telur yang tumbuh di luar rahim. 

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Obat penghancur. Jika kehamilan ektopik terdeteksi pada tahap awal dan ukurannya kecil, obat penghancur sel telur mungkin direkomendasikan.
  • Operasi atau pembedahan. Jika kehamilan ektopik sudah mencapai tahap lanjut atau jika ada pendarahan internal yang signifikan, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat sel telur yang berkembang di luar rahim.

Bun, mengenali gejala dan faktor risiko, serta berkonsultasi dengan dokter pada tanda-tanda awal kehamilan ektopik menjadi sangat penting untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Yuk, bagikan artikel ini kepada teman dan keluarga yang membutuhkan, Bun. Sharing is caring.

 

 

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/ectopic-pregnancy/#:~:text=An%20ectopic%20pregnancy%20is%20when,risk%20if%20the%20pregnancy%20continues.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi