Try to be a rainbow in someone else’s cloud.
Maya Angelou

Cacar Monyet Ditemukan di Jakarta, Tangsel, dan Bandung, IDI Rekomendasi 6 Langkah Pencegahan

author
Ratih Sukma Pertiwi
Senin, 30 Oktober 2023 | 11:21 WIB
Monkeypox virus atau cacar monyet berasal dari Benua Afrika | Shutterstock

Kasus cacar monyet (Monkeypox atau Mpox) kembali merebak secara global. Bahkan menurut kabar terakhir, selain di Jakarta dan Tangerang Selatan, virus ini ditemukan di Bandung, Bun. Tentu saja penyakit ini harus diwaspadai karena meski dominan menyerang orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan menulari anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih rentan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 29 Oktober 2023 terdapat 24 kasus positif Mpox yang tertular secara kontak seksual dan semua pasien berjenis kelamin laki-laki usia 25-48 tahun.

Gejala Cacar Monyet

Cacar Monyet adalah penyakit infeksi langka yang disebabkan oleh virus cacar monyet. Virus ini dapat hidup di manusia maupun hewan pengerat seperti tupai dan tikus, serta monyet. Menurut WHO, pada manusia, virus ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan pembawa virus atau ditularkan lewat konsumsi daging hewan yang terinfeksi.

Penularan dari manusia ke manusia tidak semudah penularan dari hewan dan bisa terjadi lewat kontak langsung dengan penderita. Misalnya lewat cairan tubuh seperti air liur dan luka.

Penyakit monkeypox pertama kali ditemukan pada manusia tahun 1970 di Kongo, dan kemudian beberapa negara Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kasus monkeypox pada manusia di luar Afrika ditemukan tahun 2003 di AS. 

Gejala cacar monyet mirip dengan gejala penyakit infeski akibat virus lainnya, seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, muncul ruam, dan kehilangan tenaga. Pada kasus yang lebih berat, virus cacar monyet bisa mengakibatkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, radang otak, serta infeksi mata yang mengakibatkan penglihatan terganggu. Gejala biasanya akan berlangsung 14 hingga 21 hari.

Sementara, meski kemungkinannya kecil, cacar monyet juga bisa menjangkiti anak-anak dengan gejala seperti:

-Ruam yang awalnya seperti bintik datar lalu berubah menjadi benjolan berisi air atau nanah yang terasa nyeri dan gatal. Pada sebagian orang, ruam terlihat seperti jerawat atau luka melepuh.

-Demam, nyeri tubuh, menggigil

-Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan selangkangan

-Sakit kepala

-Lebih rewel dari biasanya

Baca juga:  Yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Monkeypox

Melakukan pola hidup sehat merupakan salah satu langkah pencegahan penyakit cacar monyet | Shutterstock

Rekomendasi IDI

Mengingat penyebaran penyakit ini yang cukup meresahkan dan dapat berdampak berat bagi kesehatan, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengeluarkan enam rekomendasi untuk penanganan kasus cacar monyet di Indonesia, yang disampaikan oleh Ketua Satgas Mpox PB IDI, dr. Hanny Nilasari, Sp.DVE, Minggu (29/10) lalu 

1.Banyak masyarakat yang belum terinformasi dengan baik mengenai apa itu Mpox, diperlukan penyebaran edukasi secara luas kepada masyarakan umum tentang infensi ini, terutama cara penularan, pencegahan, dan deteksi dini.

2.Lebih dari 90% penularan melalui kontak erat dan terutama kontak seksual. Hindari kontak fisik dengan pasien terduga Mpox, tidak menggunakan barang bersama misalnya handuk yang belum dicuci, pakaian yang belum dicuci, atau berbagi tempat tidur, alat mandi dan perlengkapan tidur, serperti sprei, bantal, dan lainnya.

3.Untuk populasi risiko tinggi misalnya memiliki multipartner, dan kondisi imunikompromais (autoimun, penyakit kronis lainnya) sedapat mungkin hindari perilaku yang berisiko. Hubungan seksual harus dilakukan dengan aman menggunakan kondom serta lakukan vaksinasi.

Baca juga: Waspadai Dampak Serius Cacar bagi Ibu Hamil dan Calon Bayi

4.Kepada masyarakat umum, terlebih bagi populasi di atas, dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter apabila dilakukan dengan aman menggunakan kondom serta lakukan vaksinasi.

5.Pada kasus terduga Mpox, perlu dilakukan skrining/pemeriksaan awal berupa wawancara tentang perkembangan penyakit (anamnesis), pemeriksaan lesi kulit dan organ-organ secara detail dan lengkap (PF), serta pemeriksaan swab yakni pemeriksaan lab khusus dengan mengambil cairan dari lenting/keropeng/kelainan kulit.

6.Penyediaan obat aintivirus dan vaksin didesentralisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota yang ditunjuk dengan alur permintaan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan diberikan atas indikasi serta skala prioritas.

 

 

 

Sumber:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7008854/pasien-mpox-ri-ngegas-jadi-24-orang-1-kasus-ditemukan-di-bandung

https://www.antaranews.com/berita/3798153/kemenkes-temukan-satu-kasus-cacar-monyet-di-bandung

https://www.cnbcindonesia.com/news/20231029153816-4-484592/kasus-cacar-monyet-merajalela-ini-6-rekomendasi-idi

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi