We may not be able to prepare the future for our children, but we can at least prepare our children for the future.
Franklin D. Roosevelt

Mengapa Sebaiknya Orang Tua Tidak Memakaikan Baju Renang Biru pada Anak?

author
Bianca Swasono
Jumat, 23 Februari 2024 | 12:32 WIB
Gunakan baju renang warna terang pada anak. | Shutterstock | Shutterstock

Tahukah Bunda, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tenggelam termasuk salah satu alasan utama kematian anak usia di bawah 4 tahun? Dan tahukah Bunda, baju renang berwarna biru sebaiknya tidak digunakan oleh si Kecil? Yuk, simak penjelasannya pada artikel berikut ini, juga beberapa tips yang dapat Bunda lakukan agar si Kecil aman berenang! 

 

Seorang instruktur renang bersertifikasi, Nikki Scarnati, belum lama ini viral di media sosial TikTok setelah mengunggah video saat anaknya berenang memakai baju renang berwarna biru. Scarnati dengan username @springhill.isr menunjukkan bahwa pakaian renang sang anak membuat ia sulit terlihat karena warnanya mirip dengan kolam renang. Di dalam video, Scarnati juga memperingatkan para orang tua dan pengasuh agar anak mereka tidak memakai pakaian renang berwarna biru. 

 

Hindari Baju Renang Warna Biru dan Hijau 

Seperti lautan luas, kolam renang juga merefleksikan cahaya biru. Selain itu, beberapa kolam renang juga umumnya memiliki lantai berwarna biru. Oleh sebab itu, menggunakan baju renang dengan warna-warna yang terang akan jauh lebih terlihat jelas bila dibandingkan dengan baju renang berwarna biru dan hijau. Bunda bisa memakaikan baju renang warna neon yang merupakan warna yang paling terang pada si Kecil, atau warna-warna hangat seperti merah muda, oranye, dan kuning. 

Meskipun begitu, warna baju renang hanya sebagian kecil dari apa yang harus diperhatikan oleh orang tua atau pengasuh. Warna baju renang yang terang tidak menjadi jaminan bahwa anak tidak akan tenggelam. Banyak informasi lain yang perlu diperhatikan oleh orang tua atau pengasuh saat menemani anak mereka berenang. 

Berikut ini beberapa tips dari Scarnati yang dapat dilakukan, Bun:

  1. Jangan pernah melingkarkan handuk hingga di atas lengan anak. Selalu sediakan ruang agar tangan anak bisa bergerak bebas. Hal ini bertujuan agar ketika anak jatuh ke kolam renang, ia tetap bisa mencari pegangan. 
  2. Tidak semua jenis pelampung bertujuan untuk belajar renang di kolam renang atau sebagai bantuan dalam keadaan darurat. Jadi, pastikan jenis pelampung yang sesuai kebutuhan anak dan konsultasikan pada pelatih renang.
  3. Goggles atau kacamata renang sebaiknya tidak digunakan pada anak yang belum bisa berenang dengan lancar tanpa ditemani orang dewasa karena berisiko menghalangi penglihatan, misalnya karena kaca yang kotor, berembun, atau buram.

Baca juga: Dry Drowning atau Tenggelam Kering yang Bisa Membahayakan Nyawa 

 

Tips SAFER oleh Chris deJong 

Penemu dan pemimpin Big Blue Swim School, Chris deJong, menciptakan akronim S-A-F-E-R yang bertujuan agar orang dewasa dapat menjadikannya pedoman dalam menjaga anak-anak mereka ketika berenang. 

S: Sebaiknya anak dijaga orang dewasa. Anak tidak boleh berenang sendiri, sebaiknya ada orang tua yang menjaga dan rotasi setiap 30 menit sekali agar tidak lelah mengawasi. 

A: Ambil pelatihan CPR dan pertolongan pertama. Orang dewasa dan pengasuh bisa belajar tentang cara melaksanakan CPR dan pertolongan pertama dari sumber terpercaya, misalnya Palang Merah Indonesia (PMI). 

F: Fasilitasi kolam renang dengan baik, seperti menaruh pagar, kunci, dan alarm di sekitar kolam renang. Selalu sediakan pelampung yang sesuai dengan ukuran anak. 

E: Eksplorasi kemampuan renang anak dengan ikut les atau ekskul renang. Belajar renang sedari dini dapat mengurangi risiko tenggelam. 

R: Respons cepat dan telepon pihak darurat. Tenggelam tidak selalu langsung terlihat, orang yang menjaga harus bisa cepat tanggap tiap ada kejadian darurat. 

Selalu temani si Kecil saat berenang. | Shutterstock | Shutterstock

 

Perlengkapan Renang untuk Anak

Setelah mengetahui tips tentang warna baju renang dan akronim SAFER, mungkin para Ayah dan Bunda sudah lebih siap membawa si Kecil berenang. Berikut ada beberapa perlengkapan berenang yang juga tak kalah penting: 

  • Kacamata renang dan swim cap (topi renang)
    Berguna bagi anak yang baru belajar renang. Kacamata bisa membantu menghindarkan mata dari klorin namun penggunaannya sebaiknya diawasi orang dewasa. Topi renang bisa dipakaikan pada anak yang rambutnya panjang.
  • Pelampung sesuai ukuran dan kebutuhan anak
    Misalnya model yang dipasang di lengan atau model vest. Biasanya pelampung juga tersedia dalam berbagai warna dan gambar yang menarik, jadi anak akan menikmati pemakaian pelampung.
  • Sunscreen atau sunblock 
    Sunscreen sangat penting dipakai sebelum berenang agar dapat melindungi kulit si Kecil. Beberapa rekomendasi produk yang bisa digunakan adalah Banana Boat Kids SPF 50 Tear Free, Nivea Sun Kids Caring Sun Lotion, dan Beach Hut Kids Sunblock For Kids SPF 100.
    Selain sunscreen, pakaikan juga sampo, conditioner, sabun, dan pelembap setelah anak selesai berenang. Sisir juga agar tidak ada rambut yang kusut.

Baca juga: Bayi Boleh Pakai Sunscreen? Yuk, Cek Ketentuannya di Sini, Bun!

  • Handuk dan sandal
    Handuk dibutuhkan agar anak tetap hangat dan kering dan sandal yang alasnya tidak licin penting supaya anak tidak terpeleset saat berjalan di area kolam renang yang licin.
  • Jangan lupa untuk membawa air minum dan bekal yang sehat karena anak pasti akan lapar sesudah berenang! 


Perlu diingat, yang lebih penting bukan hanya tentang warna baju tetapi untuk tetap mendampingi anak dan menghindari kolam yang terlalu ramai. Ini dilakukan supaya orang dewasa atau pengasuh bisa lebih mudah memperhatikan anaknya. Mengajarkan anak berenang juga sangat penting, sehingga anak terlalu bergantung dengan pelampung atau pegangan, juga meminimalisir risiko anak tenggelam.


 

Sumber

https://www.parents.com/why-kids-shouldnt-wear-blue-swimsuits-in-the-water-7488517

https://www.businessinsider.com/never-buy-blue-swimsuits-for-kids-swim-instructor-shares-why-2023-4

https://lifehacker.com/why-you-should-never-buy-your-child-a-blue-swimsuit-1850305524

https://kumparan.com/kumparanmom/bahaya-moms-hindari-pakaikan-anak-baju-renang-warna-biru-20LTlXPva5X

https://ymcagbw.org/blog/10-essential-items-pack-swim-lessons

https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/winda-carmelita/rekomendasi-sunscreen-dan-sunblock-untuk-anak?page=all

Penulis Bianca Swasono
Editor Ratih Sukma Pertiwi