When I get up and work out, I’m working out just as much for my girls as I am for me, because I want them to see a mother who loves them dearly, who invests in them, but who also invests in herself. It’s just as much about letting them know as young women that it is OK to put yourself a little higher on your priority list.
Michelle Obama

6 Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

author
Ratih Sukma Pertiwi
Senin, 28 Januari 2019 | 19:00 WIB
SHUTTERSTOCK |

Menurut dermatologis Dr. Melanie Palm, setiap jenis jerawat ternyata punya cara berbeda mengatasinya.

Whiteheads

Jerawat kecil seperti titik-titik putih yang sering muncul di area T, pipi, dan dagu. Whitehead merupakan jerawat dasar (komedo) yang disebabkan oleh tumpukan minyak dan sel-sel kulit mati yang menutupi folikel rambut di kulit wajah.

Dr. Palm dilansir dari instyle.com menyebutkan, whitehead termasuk jenis jerawat yang mudah diatasi karena bersifat non-inflamasi dan tidak memerah. Pun demikian jenis ini sangat sulit ditutupi oleh concealer.

Kamu bisa menggunakan obat jerawat yang mengandung retinol atau benzoyl peroxide. Dan, jangan sekali-kali memencetnya karena hanya akan membuat iritasi.

Baca juga: Kesal Karena Jerawat? Coba 4 Jenis Acid Ini!

Blackheads

Jerawat jenis ini mengisi pori-pori kamu dengan titik-titik hitam. Sama dengan whiteheads, blackheads termasuk jerawat dasar (komedo) berjenis non-inflamasi.

Pemicunya adalah sebum dan sel-sel kulit mati yang terperangkap di pori-pori. Saat komedo terbuka dan sebum dan sel-sel kulit mati bereaksi dengan udara luar, komedo berubah warna menjadi hitam.

Biasanya blackheads muncul pada area T yang berminyak. Dr. Palm menyarankan untuk menggunakan krim retinoid untuk mengatasinya. Gunakan juga pembersih wajah dan chemical peeling dengan glycolic acid atau salicylic acid yang bisa membersihkan pori-pori hingga ke dalam.

Lalu, apakah menggunakan pore strips bisa membantu? “Bisa, asal kamu tetap melakukan hal-hal di atas yang saya sarankan,” tegas Dr. Palm.

Baca juga: Glycolic Acid, Rahasia Kulit Bercahaya

SHUTTERSTOCK |

Pustules

Komedo yang meradang menjadi jerawat kemerahan, berasa nyeri, bengkak dengan titik putih di bagian tengah. Selain dipicu masalah hormonal, pustules terjadi karena pori-pori tersumbat produk skincare yang comedogenic.

“Biasanya dokter akan memberikan obat oles berupa benzoyl perocide, retinoid atau clindamycin gel, serta obat minum,” jelas Dr. Palm.

Papules

Jerawat merah yang berukuran kecil dan berkelompok di kulit. Mirip ruam eczema. Peradangan akibat papules bisa diatasi sama seperti mengatasi whiteheads. Namun, jika terjadi breakouts, dokter biasanya meresepkan obat minum.

Masker wajah yang mengandung sulphur, menurut Dr. Palm, bisa menjadi alternatif mengobati papules.

Baca juga: Penyebab dan Cara Alami Atasi Jerawat di Dada dan Punggung

Cysts

Tipe jerawat ini sangat menyakitkan, ukurannya besar dan merah. Peradangan jerawat ini bertahan lama sebelum akhirnya memiliki bintik putih di tengah.

“Perubahan hormon, kelenjar minyak, kotoran di folikel, hingga peradangan menjadi pemicu munculnya cysts,” jelas Dr. Palm.

Segera berobat ke dokter kulit jika kamu mengalaminya. Biasanya dokter akan memberi suntikan cortisone atau antibiotik untuk diminum.

Nodules

Deep cysts atau jerawat batu butuh waktu lama untuk sembuh. Jerawat ini terbentuk pada lapisan lemak di dalam kulit dan berisi cairan nanah. Pengobatannya sama dengan cysts.

Jangan coba-coba memencetnya sendiri jika tidak ingin jerawat bertambah bengkak dan infeksi.

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi