When I come home, my daughter will run to the door and give me a big hug, and everything that’s happened that day just melts away.
Hugh Jackman

Tangan Suka tremor? Ini 6 Alasan Medisnya

author
Hasto Prianggoro
Kamis, 25 April 2019 | 16:00 WIB
| SHUTTERSTOCK

  Jangan sepelekan tangan gemetar atau tremor karena bisa jadi merupakan gejala penyakit berat. Berikut 6 penyebabnya.

1. Kafein

Terlalu banyak asupan kafein bisa menyebabkan tangan gemetar. Sebaiknya kurangi asupan kafein, di dalam minuman kopi khususnya, sesuai yang dianjurkan yakni 400 mg kafein per hari atau setara dengan 4-5 cangkir kopi. Lebih dari itu, kemungkinan akan muncul efek samping seperti tremor, insomnia, cemas, jantung berdenyut cepat, dan sebagainya.

2. Hipertiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang berfungsi mengontrol metabolisme dan kerja banyak organ tubuh seperti jantung, pencernaan, dan lainnya. Jika kelenjar tiroid terlalu aktif, tubuh akan kelebihan hormon tiroksin yang memunculkan gejala antara lain jantung berdebar lebih kencang, keringat berlebihan, barat badan turun, dan tangan gemetar.

Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk Yang Bikin Rambut Rusak

3. Efek samping obat

Tremor akibat efek samping obat (drug-induced tremor) terjadi akibat sistem saraf tubuh yang keliru memberikan sinyal kepada otot akibat konsumsi obat-obat tertentu. Beberapa jenis obat yang bisa menimbulkan tremor antara lain antidepresan, obat penurun tekanan darah, obat asma, serta obat tiroid.

4. Stres atau kurang tidur

Gangguan pada sistem saraf juga bisa membuat tangan gemetar. Gangguan  yang disebut essential tremor ini umumnya genetik dan biasanya akan terlihat ketika seseorang mengerjakan tugas sehari-hari seperti minum dari gelas.

| SHUTTERSTOCK
 5. Stres atau kurang tidur

Jika seseorang memiliki kondisi seperti essential tremor, maka stres atau kurang tidur bisa memperparah kondisi. Sebaiknya ikuti jam tidur yang disarankan dokter dan kurangi stres dengan jalan berolahraga, meditasi, serta istirahat cukup.

6. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan ini bersifat psikis tetapi manifestasinya bisa dalam bentuk gangguan fisik, termasuk tangan gemetar. Biasanya ini muncul ketika menghadapi situasi yang membuat stres seperti bertemu orang, pidato, atau tampil di muka umum.

Penulis Hasto Prianggoro
Editor Hasto Prianggoro