Giving up doesn’t always mean you’re weak. Sometimes you’re just strong enough to let go.
Taylor Swift

Olahraga Berlebihan Turunkan Kesuburan?

author
Ratih Sukma Pertiwi
Senin, 16 Maret 2020 | 12:00 WIB
Olahraga berlebihan justru tidak baik bagi tubuh. | SHUTTERSTOCK

Olahraga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk meningkatkan kesuburan. Namun faktanya, olahraga berlebihan justru bisa mengganggu kesuburan. 

Untuk mempertahankan kesehatan dan daya tahan tubuh, serta mengelola stres kita disarankan rutin berolahraga minimal 2-3 kali seminggu sekitar 150 menit. 

Namun biasanya bagi mereka yang punya goal khusus, akan berolahraga dengan intensitas dan durasi yang lebih lama. Misalnya mereka yang ingin menurunkan berat badan, menaikkan berat badan, akan mengikuti event olahraga tertentu, atlet, dan sebagainya.

Terpenting, olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu. Jangan sampai melakukan olahraga secara berlebihan karena ternyata justru memberikan efek yang tidak baik bagi tubuh. 

Misalnya, karena ingin cepat turun berat badan maka kamu ngegym sehari dua kali lebih dari satu jam. Akhirnya, bukannya sehat tubuh justru mengalami kelelahan

 

Baca juga: 4 Olahraga Tingkatkan Performa Seks Pria, Ternyata Senam Kegel Juga!

 

Tanda Olahraga Berlebihan

Olahraga berlebihan terjadi ketika tubuh melepas energi lebih banyak ketimbang yang diterima tubuh. Glikogen berkurang drastis, akibatnya tubuh mengalami beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Detak jantung meningkat atau gangguan irama jantung.
  • Sulit tidur.
  • Nafsu makan menurun.
  • Stres.
  • Moodswing.
  • Kelelahan.
  • Dehidrasi.
  • Kram otot.
  • Ketidakseimbangan hormon.

 

Baca juga: Agar Terhindar Dari Cedera, Ikuti 5 Cara Memilih Sepatu Olahraga

 

Kurangi Kesuburan Perempuan dan Laki-laki

Selain itu menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, olahraga berlebihan ternyata bisa mengurangi kesuburan pada perempuan maupun laki-laki.

Stres berlebihan pada tubuh akibat olahraga berlebihan justru membuat daya tahan tubuh laki-laki menurun dan kualitas sperma pun ikut menurun.

Sementara pada perempuan, olahraga dengan intensitas berat lebih dari 60 menit sehari bisa menyebabkan tubuh stres dan tidak terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). 

Hal ini terjadi karena saat tubuh stres, fungsi kelenjar pituitari pada otak yang mengatur mekanisme ovulasi terhambat. Olahraga berlebihan juga bisa mengganggu fungsi hormon leptin yang berakibat turunnya nafsu makan. Padahal metabolisme tubuh yang baik membutuhkan nutrisi, terutama lemak, untuk bisa terjadi ovulasi. Akibatnya, menstruasi pun bisa tidak teratur bahkan terhenti (amenhorea). 

 

Baca juga: Olahraga Saat Flu, Bolehkah?

 

Intensitas dan Durasi Olahraga yang Ideal

Berenang bisa menjadi pilihan olahraga intensitas sedang. | SHUTTERSTOCK

Jadi, untuk menjaga kesehatan dan kesuburan lebih baik hindari olahraga berlebihan. Lakukanlah olahraga dalam intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki atau berenang 3-5 kali seminggu.

Durasi olahraga yang disarankan pun tidak terlalu lama, yaitu sekitar 150 menit seminggu atau 30 menit sekali berolahraga. Namun lagi-lagi, soal intensitas dan durasi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing individu.

Selain itu, pastikan tubuh mengasup makanan bergizi sesuai kebutuhan kalori harian agar metabolismenya kembali normal dan kesuburan tidak terganggu. 

 

Yuk, jaga kesehatan dan kesuburan dengan olahraga tanpa berlebihan!

 

 

 

 

 

 

Penulis Ratih Sukma Pertiwi
Editor Ratih Sukma Pertiwi