Keep your face always toward the sunshine, and shadows will fall behind you
Walt Whitman

Putri Mako dan Kei Komuro, Disebut-sebut Sebagai Meghan & Harry dari Jepang

author
Ruth Sinambela
Senin, 4 Oktober 2021 | 09:55 WIB
Kei Komuro dan Putri Mako akan menikah pada 26 Oktober 2021 |

 

Tanggal 26 Oktober 2021 yang akan datang akan jadi momen bersejarah di dunia, khususnya di negara Jepang, Bun. Imperial Household Agency, badan yang mengurusi rumah tangga Kekaisaran Jepang, secara resmi telah menyampaikan bahwa pada tanggal tersebut akan jadi hari pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro.

Putri Mako sendiri adalah anak perempuan dari pewaris tahta pertama kekaisaran Jepang, yaitu Pangeran Fumihito dan Putri Kiko. Sedangkan Kaisar Jepang saat ini adalah Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, paman dan bibi dari Putri Mako.

Hal yang membuat berita pernikahan ini kontroversial adalah, fakta bahwa Kei Komuro menyandang status rakyat biasa. Di bawah hukum Jepang, anggota keluarga kerajaan yang berjenis kelamin perempuan harus melepaskan status kerajaan bila ingin menikah dengan “rakyat biasa”, sedangkan untuk kaum laki-laki, peraturan ini tidak berlaku.

Baca juga: Baru 7 Bulan Jadi Anggota Kerajaan, Ini 7 Aturan yang Dilanggar Meghan Markle

 

Tekanan dari publik dan media

Sayangnya, kisah cinta pasangan yang berkenalan di Universitas Kristen Internasional Tokyo ini tidak bisa dikatakan berjalan dengan mulus. Karena sebenarnya, mereka berdua telah bertunangan pada tahun 2017 dan merencanakan menikah setahun setelahnya. Namun, pernikahan tersebut ditangguhkan bersamaan dengan pemberitaan tentang keluarga Kei Komuro yang dilaporkan mengalami kesulitan finansial.

Berita miring seputar keinginan menikahi Putri Mako semata-mata untuk memiliki harta kerajaan kaisar Jepang mulai menyerang laki-laki yang akan berusia 30 tahun pada 5 Oktober besok. Selain itu, Kei Komuro juga mendapat cibiran karena sempat tertangkap kamera tampil dengan rambut kuncir kuda. Hal semacam ini tentu saja jadi bahan netizen untuk menyerang, dengan mengatakan bahwa tampilan rambut semacam itu tidak pantas dimiliki seseorang yang berhubungan dengan anggota kerajaan Kaisar Jepang.

Baca juga: Cantik, Muda, dan Pewaris Kerajaan di Eropa

 

Mengalami gangguan kecemasan dan akan pindah ke Amerika

Pemberitaan media dan komentar publik yang berlebihan seputar kisah cinta sang putri dan keluarga Komuro beberapa tahun belakangan telah membuat Putri Mako mengalami gangguan stress pascatrauma.

Sebenarnya, kondisi kecemasan dan tekanan mental di dalam tubuh keluarga kerajaan bukan hal yang aneh. Di kerajaan Kaisar Jepang saja, tidak hanya putri Mako, namun juga sang bibi, Permaisuri Masako juga mengalami stress dan tekanan mental karena pemberitaan publik mengenai dirinya yang tidak memiliki anak laki-laki.

Untungnya, kini pasangan yang dijuluki “Meghan dan Harry” dari Jepang ini telah secara resmi mengumumkan tanggal pernikahannya dan akan segera berganti status dari kekasih jadi suami istri.

Selain status pernikahan, tentunya status Putri Mako sebagai anggota kerjaan juga akan bergant, bersamaan dengan keputusannya menolak hak berupa uang tunjangan sebesar 150 juta Yen (atau setara dengan 19,2 miliar Rupiah) – yang biasanya diberikan untuk anggota keluarga kerajaan sebelum meninggalkan kekaisaran.

Baca juga: Curhat Meghan Markle, Ingin Bunuh Diri Hingga Dibuat Menangis oleh Kate Middleton

 

Wah, luarbiasa ya Bun keputusan yang diambil Putri Mako. Tentu saja pasangan ini ingin membuktikan kepada media dan publik, bahwa hubungan mereka bukan dilandaskan keinginan menerima harta semata. Karena setelah menikah pun, keduanya berencana meninggalkan Jepang untuk menetap di Amerika Serikat, dimana Kei Komura telah memiliki karir sebagai seorang pengacara.

Semoga tidak ada halangan menuju pernikahan, dan kita doakan supaya perkawinan keduanya langgeng selayaknya cinta sejati. Amiiin…

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ruth Sinambela