There is no such thing as a perfect parent. So just be a real one.
Sue Atkins

Pentingnya Aturan dan Rutinitas untuk Tumbuh Kembang Anak

author
Ruth Sinambela
Selasa, 13 September 2022 | 15:00 WIB
Aturan dan batasan yang Bunda buat di rumah untuk si kecil, maupun yang Bunda buat bersama dengan si kecil, merupakan bagian yang sangat penting dari pengasuhan yang baik |

Aturan dan batasan yang Bunda buat di rumah untuk si kecil, maupun yang Bunda buat bersama dengan si kecil, merupakan bagian yang sangat penting dari pengasuhan yang baik, dan menjadi salah satu hal yang sering disarankan oleh para ahli.

"Peraturan seharusnya tidak perlu menekan. Tetapi dengan rutinitas, anak-anak akan memperoleh rasa aman dan juga terbiasa untuk mengatur hidupnya," Dr. Laura Markham, psikolog klinis di Columbia University, AS, seperti dilansir dari AhaParenting, menyebutkan pentingnya rutinitas tanpa harus menggunakan aturan yang menekan, Bun.

Baca Juga:  4 Mitos Tentang Disiplin Anak

Aturan dan rutinitas menumbuhkan rasa aman di dalam diri anak

Aturan dan batasan dipercaya dapat menumbuhkan kedisiplinan, dan lebih luas lagi, memberi rasa aman di dalam diri anak, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri serta self-esteem

Meskipun ketika Bunda menerapkan aturan dan batasan-batasan tersebut si kecil sering menolak atau mencari-cari alasan untuk bisa menghindarinya, hal tersebut bukanlah alasan sehingga Bunda kemudian melunak dan membiarkannya, lho. 

Justru sebaliknya, ketika si kecil menolak untuk melakukan aturan atau batasan yang telah ditetapkan, maka tugas Bunda adalah memastikan si kecil untuk mengerti dan mau menerima serta menjalankannya kembali.

Pada saat inilah kesabaran dan kedisiplinan Bunda akan diuji. Namun apabila Bunda masih mengalami kesulitan dalam menghadapi si kecil yang terus-menerus menolak untuk mengikuti aturan, beberapa tips berikut ini bisa dicoba, Bun!

Mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan merupakan salah satu kebiasaan baik anak | Shutterstock

Miliki rutinitas sedini mungkin

Seperti ketika si kecil menolak menu makanan yang belum pernah dicobanya, begitu pula secara alami anak-anak akan menolak perubahan dalam kesehariannya, karena merasa takut atau tidak aman.

Karena itulah sangat penting bagi anak untuk memiliki rutinitas yang akan menumbuhkan rasa aman dalam diri mereka, Bun. Perasaan ini merupakan perasaan yang terbentuk secara alamiah sehingga Bunda tak perlu khawatir apabila si kecil masih sulit mengikuti aturan, yang perlu Bunda lakukan adalah terus mengingatkan dan memastikan agar mereka tetap menjalankannya. 

Baca Juga: 6 Rahasia Agar Si Kecil Disiplin

Ketika Bunda hampir menyerah karena rengekan si kecil, ingatlah bahwa rutinitas merupakan hal yang sangat dibutuhkannya. Selain itu, buatlah aturan dan batasan-batasan bersama si kecil sedini mungkin, serta pastikan kalau ia telah mengerti dan setuju untuk melakukannya ya, Bun!

Miliki aturan yang ramah anak

Saat mencoba mengajarkan rutinitas pada si kecil, sebaiknya Bunda memulainya sedini mungkin, bahkan sejak ia masih bayi. Misalnya dengan menetapkan jam tidur, hingga detail berapa kali sehari si kecil tidur dan berapa lama. Dengan begitu Bunda akan terbiasa untuk mematuhinya, dan kebiasaan itu akan menular pula pada si kecil seiring pertambahan usianya.

Menggosok gigi sebagai salah satu rutinitas sebelum tidur | Shutterstock

Meski begitu, setiap aturan tentu memerlukan penyesuaian siring bertambahnya usia anak, berubahnya kegiatan sehari-hari, atau perubahan-perubahan lainnya. Misalnya, saat anak sudah mulai bersekolah tentu Bunda perlu menyesuaikan aturan agar tetap ramah anak dan tidak membuatnya terlalu dikekang dan malah tidak bebas bereksplorasi. 

Perhatikan pula waktu istirahat dan waktu bermainnya, Bun. Karena bagaimana pun setiap anak sangat membutuhkannya. Misalnya ketika si kecil merasa lelah setelah berkompetisi atau menjalankan ujian, sebaiknya Bunda perlu menyesuaikan aturan agar si kecil memiliki waktu untuk beristirahat.

Menjelaskan dengan bercerita

Saat Bunda membuat aturan dan si kecil menyetujuinya, belum tentu saat menjalankannya ia akan mengingat janji yang sebelumnya telah ia ucapkan. Untuk itu, Bunda memiliki tugas yang sangat penting dalam menceritakan kembali pada si kecil, mengapa aturan tersebut dibuat dan bagaimana seharusnya ia menjalankannya.

Baca Juga: Anak Usia 3-5 Tahun, Life Skill Apa Saja yang Wajib Dimiliki?

Butuh waktu yang tidak sebentar, Bun, namun teruslah bercerita, jangan bosan, percayalah kelak hal ini akan membuat si kecil semakin mengerti dan peduli, betapa pentingnya aturan yang telah dibuat untuk ditaati. Serta membentuk pula kepribadiannya sebagai seseorang yang cerdas, disiplin, berkepribadian mandiri serta dapat diandalkan. Semangat!

Penulis Ruth Sinambela
Editor Ratih Sukma Pertiwi